Indonesia Wonder

Loading
English Version | Bahasa Indonesia
Kamis, 21 September 2017

Bau Nyale 2012, Kemeriahan Pesta Budaya di Pulau Lombok

Publish 24-02-2012 13:48:43 by Admin

Yogyakarta - Masyarakat Sasak yang merupakan kelompok etnis terbesar di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, telah menggelar pesta budaya selama dua hari, pada 12-13 Februari 2012. Acara yang bertajuk Festival Bau Nyale 2012 ini didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.  Festival Bau Nyale merupakan acara tahunan yang secara rutin dihelat pada hari ke-20 atau 5 hari setelah bulan purnama pada bulan ke-10 kalender tradisional Sasak, yang pada tahun ini jatuh pada bulan Februari.

Asal usul perhelatan Festival Bau Nyale berasal dari sebuah legenda yang berkembang di tengah masyarakat Sasak di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, tentang seorang putri kerajaan yang cantik jelita bernama Putri Mandalika. Legenda tersebut menceritakan tentang pengorbanan Putri Mandalika yang rela menenggelamkan diri ke laut dengan harapan bisa menghentikan perang antarpria yang ingin mempersuntingnya. Namun, usai menenggelamkan diri, jasad sang putri tak pernah ditemukan.

Dalam waktu yang hampir bersamaan dengan tenggelamnya Putri Mandalika, secara ajaib, tiba-tiba muncul ribuan cacing laut dengan warna berkilauan yang seolah-olah menggantikan jasad sang putri yang menghilang. Di kemudian hari, muncul sebuah tradisi unik dari Suku Sasak yang digelar pada setiap bulan purnama, yaitu beramai-ramai mendatangi sepanjang pesisir pantai Lombok di saat cacing-cacing itu muncul kembali. Tradisi itu mereka sebut “Bau Nyale”, atau dalam bahasa Sasak berarti menangkap cacing laut. Sebuah tradisi yang dipercaya sangat berpengaruh terhadap nasib hidup mereka sepanjang setahun ke depan. Hingga kini tradisi Bau Nyale tetap dipertahankan sebagai salah satu agenda wisata Suku Sasak di Lombok.

Festival Budaya Bau Nyale pada tahun ini diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni budaya, aneka lomba tradisional, dan acara pendukung lainnya. Pertunjukan seni budaya menampilkan drama kolosal tentang Putri Mandalika, wayang Sasak, drama tradisional penginang robek, dan teater legenda Putri Mandalika. Sedangkan lomba tradisional yang diusung adalah lomba musik tradisional, seperti bekayaq atau tarik suara dengan melantunkan lagu tradisional khas Sasak; cilokaq, sejenis musik orkestra tradisional Lombok; dan begambus. Selain itu dipertandingkan pula lomba tari peresean, sebuah tari pertarungan antarpria yang hendak memperebutkan seorang putri; berbalas pantun; dan mendayung perahu.

Sebagai acara pendukung, panitia mengadakan acara sepeda santai yang disebut dengan Bike Make a Tour, dengan jarak tempuh kurang lebih 21 kilometer dari Bandara Internasional Lombok hingga Pantai Tanjung Aan. Acara yang bertujuan untuk memperkenalkan wisata di Lombok Tengah ini melibatkan beberapa artis ibukota, seperti Ita Purnamasari, Dwiki Dharmawan, Endhita, Nicky Tirta, dan lain-lain. Selain itu juga diadakan arak-arakan “Putri Mandalika” keliling kota dengan iringan alat musik Gendang Beleq menuju Pantai Seger Kuta, tempat digelarnya puncak acara “Core Event Bau Nyale 2012”.

Puncak acara festival berlangsung pada Minggu (12/2) malam hingga Senin pagi (13/2) dengan menangkap cacing laut baramai-ramai di bawah terang cahaya bulan. Acara puncak ini diiringi oleh kolaborasi musik etnik dan modern gubahan Dwiki Dharmawan melalui penampilan dari Krakatau Band dengan musik asli Lombok, yakni gendang beleq, dan gamelan Bali. Suguhan ini menampilkan artis Ita Purnamasari dan Firman Siagian.

“Kolaborasi ini melahirkan musik tradisional bernuansa jazzy, fusion,” kata Dwiki di sela-sela kemeriahan malam itu. “Karena ini pesta rakyat, maka kita suguhkan dangdutan juga,” imbuhnya.

Festival Bau Nyale 2012 mendapat perhatian sangat besar dari masyarakat. Terbukti ratusan ribu penonton menunjukkan antusiasme tinggi dengan memadati arena festival. Para pengunjung yang datang tak hanya berasal dari Lombok saja melainkan juga dari berbagai kota di Indonesia, bahkan mancanegara.

Menurut Bupati Lombok Tengah, HM. Suhaili, "Pesta budaya Bau Nyale sudah menjadi agenda internasional tahunan, maka acaranya harus kita kemas dengan serius. Tinggal bagaimana masyarakat tergugah memanfaatkan momen penting ini," katanya.

(Agus Najib Afwan/Brt/01/02-2012)

Foto: http://jakartamagazine.com



Dibaca : 328 kali.

Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.indonesiaWonder.com/
Komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
   
 
* = Harus diisi