Indonesia Wonder

Loading
English Version | Bahasa Indonesia
Rabu, 22 November 2017

Dalam Dua Tahun, Desa Pentingsari Peroleh Setengah Milyar

Publish 05-07-2010 12:56:14 by Admin

Jogjatrip.com, Sleman—Dalam dua tahun kiprahnya sebagai salah satu Desa Wisata di Kabupaten Sleman, Desa Pentingsari berhasil meraup pemasukan mencapai setengah milyar. Pemasukan itu diperolah dari swa-kelola potensi desa wisata yang mengandalkan potensi wisata, seni, budaya serta lingkungan berbasis tradisi.

Desa wisata adalah sebuah kawasan pedesaan yang memiliki beberapa karakteristik khusus untuk menjadi daerah tujuan wisata. Di kawasan ini, penduduknya masih memiliki tradisi dan budaya yang relatif masih asli. Selain itu, beberapa faktor pendukung seperti makanan khas, sistem pertanian dan sistem sosial turut mewarnai sebuah kawasan desa wisata. Di luar faktor-faktor tersebut, alam dan lingkungan yang masih asli dan terjaga merupakan salah satu faktor terpenting dari sebuah kawasan tujuan wisata.

Selain berbagai keunikan, kawasan desa wisata juga harus memiliki berbagai fasilitas untuk menunjangnya sebagai kawasan tujuan wisata. Berbagai fasilitas ini akan memudahkan para pengunjung desa wisata dalam melakukan kegiatan wisata. Fasilitas-fasilitas yang sebaiknya dimiliki oleh kawasan desa wisata antara lain adalah sarana transportasi, telekomunikasi, kesehatan, dan juga akomodasi. Khusus untuk sarana akomodasi, desa wisata menyediakan sarana penginapan berupa pondok-pondok wisata (home stay) sehingga para pengunjung pun turut merasakan suasana pedesaan yang masih asli.

Salah satu desa wisata yang mengaplikasikan dengan baik konsep di atas adalah Desa Wisata Pentingsari yang terletak di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dalam perjalanan selama dua tahun ini, desa yang diliputi udara sejuk nan asri ini berhasil meraup pemasukan sebesar 450 juta. Pemasukan itu diperoleh dari kegiatan Desa Pentingsari seperti sewa homestay, kegiatan outbond dan workshop serta penjualan hasil bumi dan tanaman yang diproduksi desa.

roduk-produk  yang dihasilkan Desa Pentingsari

Produk-produk yang dihasilkan Desa Pentingsari

“Alhamdulilah, setelah dua tahun ini, kami bisa meraup pemasukan sebesar hampir setengah milyar rupiah,” jelas Rahmat Subagyo, salah satu inisiator berdirinya Desa Wisata Pentingsari. Pemasukan tersebut pada dasarnya merupakan hasil swa-kelola organisasi potensi Desa Pentingsari yang dilakukan oleh masyarakat. “Jadi, dana tersebut dihasilkan dan diperuntukkan untuk warga Pentingsari sendiri,” imbuh Rahmat. Desa Pentingsari, menurut Rahmat, baru mendapatkan predikat sebagai Desa Wisata pada bulan Mei tahun 2008. Setahun setelah predikat tersebut diperoleh, Desa Pentingsari langsung menyabet predikat Desa Wisata Terbaik se-Kabupaten Sleman yang total berjumlah 39 desa. “Persaingan yang fair dan kompetitif di antara desa wisata, membuat kami terus berinovasi mengembangkan potensi desa,” ujar Rahmat yang pernah bertugas di BRI ini.

Rahmat Subagyo

Rahmat Subagyo

Pada prinsipnya, Desa Pentingsari memiliki beberapa core (inti usaha) ekonomi yang berasal dari pengembangan lingkungan, pertanian, seni, dan budaya. Di bidang pertanian, desa ini telah berhasil mengembangkan berbagai macam tanaman pertanian yang bernilai ekonomi, seperti kopi, jambu, serta sayuran hidroponik. Begitu pula dengan perikanan dan peternakan. “Hampir setiap rumah warga pasti memiliki kolam ikan dan hewan ternak,” jelas Rahmat. Sedang untuk seni dan budaya, desa yang diapit Kali Kuning dan Kali Pawon ini, mengandalkan tradisi seni dan budaya yang masih dipegang teguh oleh warganya. Tradisi seni dan budaya tersebut antara lain adalah, seni jathilan, kerawitan serta tradisi gotong royong. “Tradisi inilah yang berhasil membuat Pentingsari hingga seperti sekarang. Dahulu desa ini hanyalah desa terpencil dan sangat tidak potensial. Alhamdulillah, mindset warga bisa diubah sedikit demi sedikit,” tukas Rahmat lagi.

Sampah dan Limbah yang diolah di Desa Pentingsari

Sampah dan Limbah yang diolah di Desa Pentingsari

Sampah dan Limbah yang diolah di Desa Pentingsari

Sedangkan untuk core dari bidang lingkungan, Desa Pentingsari merupakan contoh desa yang sudah mampu mengolah siklus sampah maupun limbah lainnya. Limbah tersebut kemudian diproses sedemikian rupa hingga menjadi kompos sehingga bisa digunakan kembali oleh warga. “Sedangkan untuk sampah anorganik, kami masih sebatas menjadikan limbah plastik untuk dijadikan butir plastik yang biasa digunakan sebagai bahan pembuatan ember daur ulang,” papar Heru Winarto, salah satu warga Pentingsari yang ditemui jogjatrip.com di tempat pengolahan sampah miliknya. Selain itu, tambah Heru, warga Pentingsari juga sudah memiliki kesadaran bahwa ternyata dari sampah, mereka bisa mendapatkan uang sekaligus bahan untuk usaha mereka. “Sebagian pupuk dipakai sendiri dan sebagian lainnya dijual. Selain itu, bagi instansi maupun warga kota yang ingin mengolah sampah di Pentingsari, kami juga bisa melayani dengan tarif,” ujar Heru yang juga membuka usaha air minum isi ulang asli dari mata air Desa Pentingsari ini.

Heru Winarto menunjukkan kompos hasil olahannya

Heru Winarto menunjukkan kompos hasil olahannya

Kesuksesan Desa Pentingsari tersebut juga diiyakan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Sleman, Drs. Untoro Subianto. Menurutnya, Desa Pentingsari merupakan salah satu contoh dari pengembangan masyarakat yang dilakukan swa-kelola dan ternyata terbukti bisa berjalan. Lebih istimewa lagi potensi-potensi tersebut dengan apik dikemas dengan nuansa pariwisata. “Bisa dibayangkan jika setiap desa di Indonesia bisa seperti Pentingsari, niscaya Indonesia akan lebih maju dan arif,” sambut Untoro. (ATP/07/07-10)

Foto: Jogjatrip.com|Fotografer: Adi Tri Pramono

 



Dibaca : 371 kali.

Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.indonesiaWonder.com/
Komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
   
 
* = Harus diisi