Indonesia Wonder

Loading
English Version | Bahasa Indonesia
Kamis, 21 September 2017

Mozaik Budaya Nusantara dalam Bingkai Foto

Publish 01-06-2010 09:13:34 by Admin

Yogyakarta, Jogjatrip.com – Pameran foto merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengenalkan khazanah budaya nusantara kepada dunia. Hal itulah yang sedang dilakukan oleh Pusat Studi Asia Pasifik (PSAP) Universitas Gajah Mada dan Ford Foundation (FF). Bertempat di Pendopo Karta Pustaka, Bintaran, Yogyakarta, dua lembaga yang menjalin kerjasama ini mengadakan pameran foto dokumentasi bertajuk “Mozaik Budaya Nusantara” yang dilangsungkan sejak tanggal 27 Mei – 2 Juni 2010. 

Berbagai foto yang ditampilkan dalam pameran ini merupakan foto yang dihasilkan oleh para penerima Beastudi Kajian Antarbudaya/Antarregional atau Scholarship Program for Intercultural/Interregional Studies (SPIS) yang melakukan penelitian dengan tema besar pemahaman antarbudaya, dengan lokasi penelitian yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari ribuan foto yang dihasilkan selama perjalanan lapangan para penerima beastudi, akhirnya dipilihlah beberapa foto yang dirasa mewakili keberagaman budaya nusantara serta memiliki kekuatan cerita tentang kondisi masyarakat setempat.

Menurut Prof. Dr. PM Laksono, melihat foto dan membaca kembali tulisan para penerima beastudi yang menceritakan pengalamannya selama melakukan penelitian lapangan bisa disamakan dengan membaca sebuah harapan dan kerinduan akan semakin berkembangnya apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia.

Semua foto yang ditampilkan dalam pameran ini menggambarkan budaya dan kondisi daerah-daerah di Indonesia yang menjadi lokasi penelitian para penerima beasiswa. Kurator pameran, Eko Suprati, mengatakan bahwa foto-foto yang dipamerkan membawa kenyataan tentang budaya masyarakat yang sedang menemui suatu masalah atau sedang berupaya memecahkan sebuah masalah.

Sebagai contoh, hal itu bisa dilihat dalam foto karya Titik Krisnawati yang berjudul “Merebut Kembali yang Terampas”. Foto itu menceritakan tentang masyarakat adat Atoni Meto, Desa Netpala, Kabupatan Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, yang menolak penambangan marmer bukit Naususu. Mereka percaya bahwa bukit tersebut merupakan tempat bersemayam para leluhur. Ada juga foto karya Jajang A. Sonjaya yang menampilkan pergeseran makna megalitik yang terjadi di daerah Nias. Singgasana batu yang dulu hanya boleh diduduki oleh kepala suku, saat ini digunakan sebagai tempat menjemur biji kopi.

“Foto-foto ini merupakan kenyataan yang mengungkapkan bahwa budaya masyarakat di tempat tersebut tidak pernah sama persis dengan apa yang sering ditampilkan pada selembar brosur wisata atau acara jalan-jalan di televisi,” ujar Eko. 

Dalam pameran foto ini, Prof. Laksono selaku Kepala PSAP UGM mengatakan pentingnya berbagi pengalaman dan wacana penelitian antarbudaya/antarregional dan lintas disiplin. “Melalui pameran foto ini, saya berharap kita semua dapat merefleksikan budaya kita masing-masing dan dapat menemukan identitas diri kita yang inklusif, dinamis, transformatif, dan dialektis,” katanya. (Sash/5/05-10)



Dibaca : 271 kali.

Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.indonesiaWonder.com/
Komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
   
 
* = Harus diisi