Indonesia Wonder

Loading
English Version | Bahasa Indonesia
Kamis, 21 September 2017

Pimpinan Umum JogjaTrip.com Buka Pameran `Otoped`

Publish 02-06-2010 08:18:50 by Admin

Yogyakarta, JogjaTrip.com – Bertempat di Galeri Biasa, Jl. Suryodiningratan 10 B, Pimpinan Umum JogjaTrip.com Mahyudin Al Mudra SH, MM, membuka pameran lukisan karya perupa muda Yulianto Ipank Irawan pada Sabtu malam (22/5). Pameran tunggal  ini menampilkan 19 lukisan dan 3 instalasi. Dalam kesempatan tersebut hadir juga konsultan JogjaTrip.com Aris Arif Mundayat Ph.D, Kaligrafer kondang Syaiful Adnan dan Marketing Communication JogjaTrip.com Yuhastina SST.Par, MA beserta tokoh-tokoh seni dan budaya Jogjakarta lainnya.

Tema ‘Otoped’ yang diusung Ipank dalam pameran kali ini berawal dari kegelisahannya terhadap fenomena pelipatan ruang dan waktu yang ditandai dengan merebaknya gaya hidup yang serba tergesa, instan, dan cepat. Dalam karya-karya yang dipamerkannya, Ipank sedang bertutur mengenai aktivitas sekaligus eksistensi kehidupan manusia sebagai makhluk otonom dengan lesatan-lesatan kebudayaan kontemporer saat ini.

“Manusia merupakan makhluk Tuhan yang otonom. Hal itu saya analogikan dengan otoped,” ujarnya. Menurutnya, otoped merupakan sebuah permainan sederhana yang tidak bersifat statis namun dinamis. Otoped memiliki tiga bagian, yakni setang, roda, dan papan pijakan. Setang dia analogikan sebagai akal pikiran, roda sebagai keinginan, dan papan pijakan sebagai jiwa raga. “Keotonoman yang kita miliki seolah membebaskan dari berbagai hambatan dan konstrain dunia, tapi ini bisa menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja karena arus kecepatan itu sendiri,” katanya lebih lanjut.

Netok Sawiji Rusnoto Susanto selaku Kurator pameran melihat kecermatan Ipank dalam bermain dengan sistem tanda. “Otoped dicermati Ipank sebagai bentuk metafora berbagai perihal kehidupan yang nyata sebagai representasi masyarakat masa kini. Selain itu, otoped dimaknai secara taktis sebagai bungkus berbagai kegelisahannya yang dimanifestasikan secara visual dalam pameran tunggal perdananya,” kata Netok dalam sambutan pembukaannya.

Sesaat sebelum membuka pameran, Mahyudin Al Mudra memberikan sedikit kata sambutan. Beliau mengungkapkan kebanggaannya terhadap perupa muda kelahiran Ujung Batu, Rokan Hulu, Provinsi Riau tersebut. Mahyudin melihat, meski Ipank telah melewati berbagai lintasan kehidupan laksana otoped yang meluncur dari satu tempat ke tempat lainnya, Ipank tetap tidak melupakan tanah kelahirannya. “Saya yakin lukisannya yang berjudul ‘Membuat Si Belang’ terinspirasi oleh kehidupan masa kecilnya di mana dia sering melihat harimau berkeliaran di hutan Sumatra,” ujarnya yang disambut dengan tawa pengunjung yang memenuhi Galeri Biasa.

Menurut Mahyudin, keseluruhan rangkaian karya Ipank merupakan rajutan pengalaman yang terjalin dan terpintal sebagai satu pengalaman kritis terhadap structure, nature, dan culture yang telah menjadi ranah kehidupan dia yang mana kakinya menginjak otoped yang bergerak menelusuri alam dan menghasilkan berbagai ruang pengalaman yang beragam.  Pameran yang digelar tanggal 22–30 Mei ini terselenggara atas partisipasi Akademi Seni Rupa dan Desain (Akseri), Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) dan Galeri "Biasa".

Elisabeth Murni (brt/3/5-10)

 




Dibaca : 285 kali.

Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.indonesiaWonder.com/
Komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
   
 
* = Harus diisi