Indonesia Wonder

Loading
English Version | Bahasa Indonesia
Kamis, 21 September 2017

Seribu Seniman Meriahkan Pasar Kangen Jogja 2010

Publish 24-06-2010 12:41:21 by Admin

Jogjatrip.com, Yogyakarta—Dua hari menjelang pembukaan Pasar Kangen Jogja (PKJ), jumlah pengisi PKJ 2010 masih terus bertambah. Dengan penambahan tersebut, diperkirakan seribu seniman akan memeriahkan gelaran budaya yang diselenggarakan oleh Taman Budaya Yogyakarta (TBY) ini. Program andalan TBY yang akan dilangsungkan sejak tanggal 26 Juni hingga 4 Juli ini akan menampilkan beragam seni tradisi dan kuliner yang dikemas dalam konsep pasar.

Pasar Kangen merupakan even tahunan yang diharapkan mampu menjadi wadah apresiasi hasil karya seniman maupun komunitas warga yang ada di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tahun ini merupakan kali kedua PKJ diselenggarakan. “Sesuai dengan namanya, Pasar Kanger Jogja diharapkan bisa menjadi sebuah kegiatan seni budaya yang ngangeni,” jelas Kepala Taman Budaya Yogyakarta, Dyan Anggraini Rais dalam konferensi pers PKJ 2010 yang digelar rabu siang (25/6) di ruang seminar TBY. Dyan yang mengenakan kemeja biru langit ini, menambahkan, “Pasar Kangen akan mengukuhkan bahwa Jogja masih memiliki seni tradisi yang masih ada di masyarakat.”

Bambang Heras, selaku koordinator PKJ 2010 yang turut mendampingi Dyan juga mengungkapkan bahwa persiapan menuju pembukaan sudah mencapai 75 persen. Persiapan tersebut merupakan kerjasama dengan Dinas Pariwisata, seniman serta budayawan. “PKJ tahun 2010 ini akan diikuti 125 peserta workshop, 1.000 seniman dan 6 kampung di Yogyakarta yang akan menampilkan beragam seni tradisi dan kuliner,” jelas Bambang.

Baik Dyan maupun Bambang menyatakan bahwa Pasar Kangen ini nantinya akan dikonsepkan seperti layaknya pasar. “Jadi, seniman dan komunitas silahkan menggelar dagangannya di PKJ ini. Silahkan akan dagang apapun, yang penting harus unik dan tidak boleh sama. Semua itu disajikan gratis tanpa pungutan seperser,” imbuh Bambang.

Hingga kemarin, total sudah terdapat 50 stan kuliner tradisi serta 70 stan non kuliner. Stan kuliner merupakan stan yang nantinya akan menjual aneka ria makanan khas Yogyakarta yang semakin jarang ditemui. “50 stan tersebut  sudah kami kualifikasi dan tidak ada satupun yang sama dan masuk dalam jaringan waralaba,” terang Bambang. Pemilihan tersebut, tambah Bambang, dimaksudkan agar tradisi kuliner khas Yogyakarya tidak tergerus dengan makanan yang saat ini populer seperti waralaba. “Kita sudah semakin jarang melihat makanan seperti kipo, cenil, tiwul, gatot, sego gudangan dan lain-lain,” ujar Bambang, pelukis yang pernah masuk 100 Besar nominasi Kompetisi Seni Lukis Philip Morris Art Award di tahun 1999 lalu ini.

Selain stan kuliner, juga terdapat 70 stan non kuliner yang akan diisi oleh seniman serta komunitas seni budaya yang tersebar di Yogyakarta. Stan-stan tersebut nantinya akan menggelar workshop gratis yang diperuntukkan bagi pengunjung. Workshop yanga kan digelar antara lain workshop wayang kancil, lukis kaca, boneka, membatik, keramik, membuat blangkon serta karya seni khas Yogyakarta lainnya. “Karena itulah, diharapkan dalam 10 hari penyelenggaraan PKJ, seni tradisi Yogyakarta bisa terpublikasikan dan terkukuhkan kembali,” sahut Dyan Anggraini.

Di samping stan kuliner dan non kuliner, mulai PKJ tahun ini, secara rutin Panitia PKJ akan menghadirkan enam kampung yang selama ini menjaga tradisi dan hasilnya. Ajakan kepada kampung-kampung tersebut merupakan apresiasi atas keteguhan mereka sekaligus agar mereka dapat mengenalkan tradisi tersebut, sehingga mata rantai ekonomi dapat tercipta. Untuk PKJ tahun ini, keenam kampung yang mendapat jatah stan adalah yaitu Kampung Dipowinatan, Kampung Gamping, Kampung Tegalrejo, Kampung Taman Sari, Kampung Rotowijayan, dan Kampung Pathuk.

"Kampung-kampung tersebut akan menampilkan tradisi seni mereka. Misalnya Kampung Gamping yang memiliki tradisi Bekakak, Kampung Pathuk dengan pembuatan Bakpianya, Kampung Tegalrejo dengan pentas tonilnya, Kampung Rotowijayan dengan tradisi jamasan kereta dan lain-lain," jelas Bambang. (ATP/brt/05/06-10)

 



Dibaca : 328 kali.

Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.indonesiaWonder.com/
Komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
   
 
* = Harus diisi