Indonesia Wonder

Loading
English Version | Bahasa Indonesia
Minggu, 21 Januari 2018

Benteng Keraton Buton

Publish 06-01-2009 08:54:02 by Admin
Rating : 0 ( 0 )

A. Selayang Pandang 

Benteng Keraton Buton merupakan salah satu objek wisata bersejarah di Kota Bau-bau Sulawesi Tenggara. Benteng peninggalan Kesultanan Buton tersebut dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Buton III bernama La Sangaji yang bergelar Sultan Kaimuddin (1591-1596). Pada awalnya, benteng tersebut hanya dibangun dalam bentuk tumpukan batu yang disusun mengelilingi komplek istana dengan tujuan untuk mambuat pagar pembatas antara komplek istana dengan perkampungan masyarakat sekaligus sebagai benteng pertahanan. Pada masa pemerintahan Sultan Buton IV yang bernama La Elangi atau Sultan Dayanu Ikhsanuddin, benteng berupa tumpukan batu tersebut dijadikan bangunan permanen.

Pada masa kejayaan pemerintahan Kesultanan Buton, keberadan Benteng Keraton Buton memberi pengaruh besar terhadap eksistensi Kerajaan. Dalam kurun waktu lebih dari empat abad, Kesultanan Buton bisa bertahan dan terhindar dari ancaman musuh.

B. Keistimewaan

Benteng Keraton Buton mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Guiness Book Record yang dikeluarkan bulan september 2006 sebagai benteng terluas di dunia dengan luas sekitar 23,375 hektar.

Di samping itu, benteng tersebut memiliki panjang (keliling) sekitar 2.740 meter, tinggi bangunan antara 2 sampai 3 meter, ketebalan antara 1,5 sampai 2 meter. Di sepanjang benteng terdapat 12 pintu (lawa) masuk dan keluar yang berfungsi menghubungkan komplek istana dengan perkampungan masyarakat. Adapun nana-nama pintu tersebut adalah Lawana Rakia, Lawana Lanto, Lawana Labunta, Lawana Kampebuni, Lawana Waborobo, Lawana Dete, Lawana Kalau, Lawana Bajo/Bariya, Lawana Burukene/Tanailandu, Lawana Melai/Baau, Lawana Lantongau, dan Lawana Gundu-gundu.

Di setiap pintu benteng dapat dijumpai puluhan meriam yang masih terawat secara baik. Meriam-meriam tersebut terletak berjejeran di sisi kiri dan kanan pada masing-masing pintu. Pada masa perang melawan penjajah, meriam tersebut dipergunakan oleh tentara kerajaan untuk menghalau musuh.

Di samping itu, keistimewaan Benteng Keraton Buton juga bisa dilihat pada ketahanan bangunannya. Sampai saat ini benteng tersebut masih berdiri dengan kokoh walau zaman telah silih berganti menghampirinya. Hal tersebut tidak bisa lepas dari struktur bangunan, bahan yang berkualitas dan perekat yang terbuat dari campuran putih telur, kapur dan agar-agar.  

C. Lokasi

Benteng Keraton Buton terdapat di Kelurahan Melai, Kecamatan Betoambari, Kota Bau-bau, Sulawesi Tenggara, Indonesia.

D. Akses

Perjalanan dimulai dari Kota Kendari ke Bau-bau dengan menggunakan pesawat perintis atau kapal laut. Jika menggunakan pesawat terbang waktu tempuh sekitar 1 jam, dan jika menggunakan kapal laut waktu tempuh sekitar 4 jam.

E. Tiket

Dalam proses konfirmasi

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Bagi para wisatawan yang datang dari luar kota dan ingin menginap, tidak perlu khawatir karena di Kota Bau-bau banyak tersedia hotel yang nyaman untuk ditempati. Begitu juga dengan masalah makanan dan minuman, di sepanjang jalan di kota ini banyak berjejeran rumah makan dan restoran yang menyajikan berbagai menu, sehingga para wisatawan bisa memilih tempat yang sesuai dengan selera bersantap ria.

(Noor Fadlli/wm/37/03-08)

__________

Sumber Foto: orangbuton.wordpress.com



Dibaca : 6357 kali.

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.

Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.indonesiaWonder.com/
Komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
   
 
* = Harus diisi