Indonesia Wonder

Loading
English Version | Bahasa Indonesia
Senin, 21 April 2014

Upacara Kasodo: Dari Bumi untuk Bumi

Publish 13-01-2012 09:22:30 by Admin
Rating : 0 ( 0 )

A.Selayang Pandang

Gunung Bromo merupakan salah satu gunung aktif di Indonesia. Selain terkenal akan pesona alam yang sangat indah, kehidupan penduduk di sekitar Gunung Bromo, yang didiami oleh Suku Tengger,  juga menarik perhatian. Suku ini merupakan penduduk asli di Gunung Bromo yang beragama Hindu. Mereka hidup di sekitar lokasi Taman Nasional Gunung Bromo.

Menurut legenda, orang-orang Suku Tengger berasal dari penduduk Kerajaan Majapahit yang mengasingkan diri. Melihat kehidupan Suku Tengger secara langsung menjadi daya tarik tersendiri karena mereka masih mempertahankan tradisinya, seperti masih mengenakan topi kupluk dan sarung. Daya tarik tersebut semakin lengkap ketika tiba saatnya perayaan Upacara Kasodo dimulai.

Upacara Kasodo berlokasi di sebuah Pura Luhur Poten yang berada di bawah kaki Gunung Bromo dan dilanjutkan ke puncak Gunung Bromo. Upacara ini dilakukan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama di bulan Kasodo menurut penanggalan Jawa.

Makna kata “Kasodo” berasal dari kata kasada, yang berarti sepuluh. Hal ini merujuk pada makna bulan ke sepuluh pada kalender Tengger yang merupakan waktu pelaksaanan Upacara Kasodo. Kalender masyarakat Tengger berbeda dengan kalender masehi yang lazim digunakan oleh masyarakat umum.

Setiap empat tahun sekali, penduduk Tengger berkumpul untuk menentukan penanggalan kalender yang berlaku empat tahun berikutnya. Kegiatan ini dikenal dengan sebutan Unan-Unan. Syarat utama dalam penentuan penanggalan adalah jumlah hari dalam empat tahun yang ditentukan tersebut tidak berjumlah ganjil.

Asal muasal Upacara Kasodo sendiri berawal dari seorang pemuda bernama Jaka Seger yang menikah dengan seorang wanita cantik bernama Rara Anteng (Tengger adalah gabungan nama keduanya). Rara Anteng merupakan putri Raja Brawijaya yang berkuasa sekitar abad ke-14. Walaupun telah menikah, mereka merasa belum berbahagia karena tak kunjung dikarunia anak. Oleh karena itu, mereka berdua berdoa kepada dewa di Gunung Bromo agar dapat memperoleh anak.

Akhirnya doa mereka terkabul dan memperoleh anak sampai berjumlah 25 orang. Namun, dalam doa tersebut, mereka telah berjanji akan mengorbankan anak terakhir sebagai persembahan kepada dewa.

Di kemudian hari terdengar suara seorang anak dari kawah Bromo. Suara itu meminta ritual persembahan setiap hari ke-14 di bulan Kasodo. Persembahan tahunan itulah yang kemudian disebut sebagai Upacara Kasodo. Sementara dua puluh empat anak Rara Anteng dan Joko Seger tersebut yang kemudian menjadi nenek moyang penduduk Tengger.

Upacara Kasodo diawali dengan pengukuhan sesepuh Tengger dan pementasan sendratari Roro Anteng-Joko Seger di panggung terbuka Desa Ngadisari. Kemudian tepat pada tengah malam diadakan pelantikan dukun dan pemberkatan umat di Pura Luhur Poten Gunung Bromo. Dukun bagi masyarakat Tengger merupakan pemimpin umat dalam bidang keagamaan yang biasanya memimpin upacara-upacara ritual.

Pada saat subuh, masyarakat Tengger berbondong-bondong menuju puncak Gunung Bromo dengan membawa ongkek yang berisi sesaji dari berbagai hasil pertanian dan ternak. Sesaji tersebut kemudian dilemparkan ke kawah Gunung Bromo sebagai persembahan kepada Dewa Bromo yang dipercaya bersemayam di Gunung Bromo. Upacara ini memohon agar masyarakat Tengger mendapatkan berkah dan diberi keselamatan dari Sang Hyang Widi.

Biasanya pada saat pelemparan sesaji, banyak penduduk yang menunggu di bawah (kawah) untuk menangkap sesaji yang dilemparkan dengan membentang sarung yang mereka kenakan. Menangkap dan memperoleh sesaji tersebut juga dipercaya sebagai pelimpahan berkah.

B.Keistimewaan

Keistimewaan Upacara Kasodo terletak pada pesona alam Gunung Bromo sebagai tempat pelaksanaan dan keunikan Upacara Kasodo itu sendiri. Keunikan terlihat ketika prosesi pelemparan sesaji ke kawah Bromo, masyarakat dengan antusias berebut sesaji yang berupa hasil bumi (sayuran dan buah-buahan) serta binatang (ayam atau kambing). Tak hanya orang Tengger saja yang berebut sesaji, tapi warga luar juga tak mau ketinggalan untuk ambil bagian memperebutkan sesaji yang dipercaya mengandung berkah tersebut.  

Perlu kerja ekstra keras sekaligus hati-hati dalam memperebutkan sesaji karena kawah Bromo terdiri dari batu padat dan pasir. Peristiwa ini menjadi semakin menarik karena beberapa hewan sesaji yang dilemparkan ternyata masih hidup dan berusaha kembali naik ke atas kawah. Di sisi lain, warga yang berusaha menangkap hewan terpaksa berlari-larian untuk mengejarnya.

Bagi masyarakat Tengger sendiri, ada harapan yang muncul dari Kasodo. Mereka berharap perlindungan, kesehatan, dan panen yang berlimpah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Pengharapan yang sama dengan upacara-upacara daerah yang juga melibatkan hasil bumi.

C.Lokasi

Upacara Kasodo dilaksanakan oleh masyarakat Suku Tengger yang berada di sekitar Gunung Bromo di Kecamatan Tengger, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur.

D.Akses

Akses terbaik menuju lokasi Upacara Kasodo di Gunung Bromo adalah melalui kota Probolinggo. Tersedia banyak angkutan umum di Terminal Probolinggo yang akan menuju Gunung Bromo. Selain itu, jalur tersebut merupakan jalur yang paling aman karena ramai sehingga perjalanan malam pun tidak akan menjadi masalah.

E.Harga tiket

Pengunjung tidak dipungut biaya untuk mengikuti Upacara Kasodo.

F.Akomodasi dan Fasilitas lainnya

Fasilitas yang cukup lengkap telah tersedia bagi para pengunjung karena kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya telah dikukuhkan sebagai Taman Nasional Gunung Bromo. Fasilitas tersebut misalnya rumah makan maupun penginapan dengan harga yang cukup bervariasi dan kompetitif. (Indra Jati Prasetiyo/iw/02/12-2011)

 

Dari berbagai sumber

Sumber foto: http://cdn-u.kaskus.us/34/5ocsbiiu.jpg



Dibaca : 398 kali.

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.

Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.indonesiaWonder.com/
Komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
   
 
* = Harus diisi