Indonesia Wonder

Loading
English Version | Bahasa Indonesia
Jumat, 19 Desember 2014

Telaga Sarangan

Publish 20-07-2010 15:23:45 by Admin
Rating : 0 ( 0 )

A. Selayang Pandang

Anda bosan dengan obyek wisata yang ada selama ini? Ingin alternatif tujuan wisata yang baru untuk menyegarkan kembali pikiran serta semangat Anda setelah selama sepekan berkutat dengan segala aktivitas? Cobalah pergi ke Magetan, sebuah kabupaten yang terletak di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sekitar 16 km arah barat Kota Magetan, Anda akan menemukan sebuah obyek wisata yang mampu menarik ratusan ribu pengunjung tiap tahunnya, yakni Telaga Sarangan.

Telaga Sarangan merupakan telaga alami yang terletak di lereng Gunung Lawu dengan luas 30 hektar dan kedalaman rata-rata 28 meter. Obyek wisata yang terletak pada ketinggian sekitar 1000 m dpl ini bersuhu 18o C hingga 23o C. Pemandangan Telaga Sarangan akan memanjakan mata Anda. Di tempat ini Anda akan mendapati panorama indah perpaduan dari telaga yang tenang serta pegunungan hijau Sidoramping di sekitar Gunung Lawu yang menjulang kokoh. Deretan pegunungan, telaga yang asri, serta udara sejuk pegunungan akan membuat perasaan Anda menjadi damai.


Pesona Telaga Sarangan
Sumber Foto: http://rayhan-studio.blogspot.com

Telaga Sarangan juga dikenal dengan nama Telaga Pasir. Hal ini berdasarkan pada cerita yang ada di tempat tersebut tentang kisah terjadinya Telaga Sarangan. Menurut cerita yang beredar di masyarakat lokal, pada zaman dulu tinggallah sepasang suami istri di lereng Gunung Lawu sebelah timur, bernama Kyai dan Nyai Pasir. Pada suatu hari, Kyai pasir pergi ke hutan untuk menebang pohon. Pada saat hendak mengayunkan kapaknya ke salah satu pohon yang ada di hutan, ia melihat ada sebutir telur ayam di dekat pohon tersebut. Kyai Pasir pun membawa pulang telur itu dan memberikan kepada istrinya di rumah.

Nyai Pasir lantas merebus telur itu, lalu menikmatinya bersama sang suami. Selesai makan, Kyai Pasir kembali lagi ke hutan untuk melanjutkan menebang pohon. Akan tetapi, dalam perjalanan menuju hutan, Kyai Pasir merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Kyai Pasir berguling-guling di tanah karena rasa sakit yang luar biasa dan tidak lama kemudian, ia berubah wujud menjadi seekor ular naga yang besar.

Ternyata Nyai Pasir yang berada di rumah pun mengalami hal yang sama, berubah menjadi seekor naga. Kedua naga tersebut terus berguling-guling sehingga menyebabkan tanah di sekitar mereka menjadi cekung seperti bekas galian. Cekungan tersebut makin lama makin dalam dan luas. Secara tiba-tiba, dari dalam cekungan tersebut munculah air yang menyembur. Dalam waktu sekejap, cekungan tersebut sudah penuh berisi air dan menjadi telaga yang sangat besar. Telaga tersebut kemudian diberi nama Telaga Pasir, diambil dari nama Kyai dan Nyai Pasir. Saat ini nama Telaga Pasir jarang digunakan, sebab orang-orang lebih sering menyebutnya dengan nama Telaga Sarangan. Hal ini dikarenakan telaga tersebut tertelak di Desa Sarangan.

B. Keistimewaan

Hamparan air telaga yang tenang dengan latar belakang Gunung Lawu merupakan pemandangan yang akan Anda jumpai saat menjejakkan kaki di tempat ini. Sejauh mata memandang, penglihatan Anda akan dimanjakan dengan hijaunya pepohonan di bukit-bukit tinggi yang mengelilingi danau. Semua keindahan itu terpantul dalam permukaan air telaga yang tertimpa cahaya matahari. Semilir angin pegunungan yang sejuk semakin menambah tenteram suasana.


Sarangan yang tenang dan damai
Sumber Foto: http://yusaksunaryanto.files.wordpress.com

Di Telaga Sarangan Anda dapat melakukan bermacam-macam aktivitas yang menyenangkan. Bagi yang suka berpetualang, Anda dapat menyusuri tepian telaga dengan berjalan kaki atau berlari melewati hutan pinus di lereng pegunungan yang mengelilingi telaga. Jika Anda malas berjalan kaki, Anda dapat menaiki kuda tunggang yang dapat disewa. Tak puas hanya berjalan mengelilingi pinggiran telaga, Anda bisa juga menyusuri telaga dengan menggunakan speedboat, becak air, maupun perahu dayung yang disewakan oleh warga.

Sekali dalam setahun, Telaga Sarangan dijadikan sebagai lokasi ritual Labuh Sesaji atau Larung Tumpeng. Ritual ini merupakan bagian dari upacara adat Bersih Desa yang diselenggarakan pada hari Jumat Pon bulan Ruwah dalam penanggalan Jawa. Upacara ini dilakukan sebagai bentuk ungkapan syukur masyarakat desa atas berkah yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Dalam upacara ritual ini, warga melarung persembahan atau sesaji ke tengah telaga. Pada waktu upacara adat ini digelar, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Telaga Sarangan meningkat untuk mengikuti secara langsung atau hanya sekadar menyaksikan peristiwa budaya ini.


Prosesi Larung Tumpeng di Telaga Sarangan
Sumber Foto: http://moderatofm.com

Setelah puas mengelilingi telaga, kini saatnya bagi Anda untuk menikmati makanan khas Sarangan, yakni sate kelinci. Daging kelinci yang empuk dan lembut akan membuat Anda ketagihan untuk menikmatinya. Selain sate kelinci, Anda juga dapat mencoba nasi pecel dan aneka gorengan sebagai pelengkapnya.

Dengan udaranya yang sejuk, lokasi yang terletak di lereng gunung serta dikelilingi hutan dan perbukitan, Telaga Sarangan sangat cocok dijadikan lokasi pelatihan, outbond, retreat, maupun family gathering. Selain itu, bagi Anda yang harus beristirahat untuk memulihkan kondisi tubuh setelah sakit, Telaga Sarangan merupakan salah satu pilihan yang tepat.


Sarangan di Malam hari
Sumber Foto: http://rayhan-studio.blogspot.com

C. Lokasi

Telaga Sarangan terletak di sebelah timur kaki Gunung Lawu, perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Secara administratif, Telaga Sarangan termasuk ke dalam wilayah Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Indonesia.

D. Akses

Akses menuju Telaga Sarangan terbilang mudah karena pemerintah telah membangun jalan provinsi yang menghubungkan Magetan – Tawangmangu – Karanganyar – Solo. Kondisi jalan ini cukup bagus dan bisa dilewati oleh kendaraan kecil (mobil dan motor) maupuan kendaraan besar (truk dan bus).

Bagi Anda yang menggunakan kendaraan umum, Telaga Sarangan dapat ditempuh dari dua arah. Jika Anda berangkat dari Surabaya, Anda dapat menggunakan bus umum menuju Madiun, kemudian dilanjutkan ke Magetan. Dari terminal Magetan Anda naik angkutan umum jurusan Sarangan yang akan mengantar Anda sampai ke lokasi.

Untuk wisatawan yang berangkat dari Jakarta, Jawa Tengah, atau Yogyakarta, Anda dapat naik bus atau kereta api tujuan Solo. Dari Solo, Anda berganti bus menuju Tawangmangu, kemudian naik angkutan umum jurusan Sarangan.

E. Harga Tiket

Untuk dapat menikmati pesona Telaga sarangan, tiap-tiap orang dan kendaraan diwajibkan membayar tiket masuk. Harga tiket masuk pengunjung dewasa adalah sebesar Rp 4.000,00, semetara untuk anak-anak sebesar Rp 3.000,00. Tiket untuk sepeda motor Rp 1.000,00, mobil Rp 3.000, sedangkan bus dan truk Rp 5.000,00.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Sebagai obyek wisata andalan Kabupaten Magetan, berbagai fasilitas telah dibangun oleh pihak swasta maupun pemerintah setempat guna memberikan layanan yang terbaik bagi wisatawan. Fasilitas umum yang telah tersedia antara lain tempat parkir, toilet umum, taman bermain, pasar wisata, telepon umum, dan tempat ibadah.

Bagi Anda yang ingin berlibur untuk jangka waktu lama, mengadakan pelatihan, family gathering, retreat, malam keakraban, dan acara lainnya, Anda tidak perlu kuatir akan masalah penginapan. Di sekeliling telaga terdapat banyak penginapan yang dapat disewa. Penginapan tersebut sangat beragam, mulai dari pondok wisata, hotel kelas melati, hingga hotel berbintang. Selain itu, banyaknya rumah makan di sekitar telaga menjadikan wisatawan memiliki berbagai alternatif pilihan menu. Salah satu menu andalan di kawasan telaga ini adalah sate kelinci.

Untuk keperluan oleh-oleh bagi sanak kerabat, Anda bisa membeli suvenir yang dijajakan para pedagang kaki lima atau membelinya di toko-toko yang ada di sana. Tidak hanya cinderamata yang akan Anda temui, berbagai produk serta makanan khas Magetan pun dapat Anda jumpai di toko-toko tersebut. Di kawasan Telaga Sarangan juga terdapat jasa penyewaan becak air, perahu dayung, dan perahu motor, yang dapat Anda gunakan untuk mengitari telaga. Selain itu, Anda juga bisa mengelilingi tepian telaga dengan menggunakan kuda tunggang sewaan.

Elisabeth Murni (wm/24/11-09)

Sumber Foto Utama: http://my.opera.com.



Dibaca : 550 kali.

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.

Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.indonesiaWonder.com/
Komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
   
 
* = Harus diisi