Indonesia Wonder

Loading
English Version | Bahasa Indonesia
Selasa, 2 September 2014

Makam Keramat Tujuh

Publish 01-01-1970 07:00:00 by Admin
Rating : 2 ( 1 )

A. Selayang Pandang

Makam Keramat Tujuh adalah sebuah kompleks permakaman tua tempat kerabat Kesultanan Matan dimakamkan. Kompleks ini dinamakan Keramat Tujuh karena sewaktu ditemukan, di kompleks ini hanya terdapat tujuh batu nisan (makam). Walaupun kemudian ditemukan beberapa batu nisan lagi, kompleks ini tetap disebut dengan nama Makam Keramat Tujuh.

Pada momen-momen tertentu, seperti hari-hari besar agama Islam, kompleks ini ramai oleh pengunjung. Para pengunjung tidak hanya berasal dari daerah setempat, tetapi ada juga yang datang dari luar negeri, misalnya Jerman, Amerika, Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Mereka datang ke Makam Keramat Tujuh dengan tujuan yang berbeda-beda. Sebagian besar memang datang untuk melakukan ziarah. Namun, ada juga yang datang dengan tujuan untuk melakukan penelitian sejarah, misalnya para arkeolog dari Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Dengan meneliti Makam Keramat Tujuh, para peneliti ini berusaha mencari tahu tentang penyebaran Islam di nusantara.

Di Makam Keramat Tujuh, terdapat sebuah nisan yang berangka tahun 1363 Saka (1441 Masehi). Angka tahun ini menunjukkan bahwa Islam telah masuk ke Ketapang (dulu Kerajaan Tanjungpura) sebelum tahun 1441 Masehi. Dengan demikian, Makam Keramat Tujuh merupakan bukti sejarah tertua tentang penyebaran Islam di Kalimantan Barat yang diprakarsai oleh Kerajaan Tanjungpura. Angka tahun 1441 Masehi juga membuktikan bahwa peradaban Islam telah masuk ke Kalimantan Barat seiring dengan zaman keemasan Islam di Melaka.

Bentuk nisan di kompleks ini dipengaruhi oleh ciri-ciri keislaman yang sangat kental. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Kerajaan Tanjungpura telah mengenal Islam sebelum tahun 1441 Masehi. Selain itu, bentuk nisan juga menandakan bahwa masyarakat di Kerajaan Tanjungpura telah melaksanakan prosesi pemakaman dengan cara-cara yang Islami.

Makam Keramat Tujuh begitu signifikan bagi Ketapang hingga dijadikan sebagai tolok ukur untuk menetapkan hari jadi Kabupaten Ketapang, yaitu 1363 Saka (1441 Masehi). Walaupun demikian, hari jadi ini masih dapat berubah karena ada kemungkinan bahwa terdapat nisan lain yang usianya lebih tua daripada tarikh itu.

B. Keistimewaan

Makam Keramat Tujuh dipercaya memiliki tuah dan sering menjadi tempat untuk mencari berkah. Ada pula pengunjung yang menjadikan makam ini sebagai tempat untuk menunaikan nazar dan mencari obat.

Selain berfungsi sebagai areal permakaman, Makam Keramat Tujuh juga sekaligus sebagai “laboratorium” sejarah. Pasalnya, di makam ini banyak ditemukan artefak sejarah yang mengacu pada situasi masa lampau di daerah kekuasaan Kerajaan Tanjungpura, Kalimantan Barat.

C. Lokasi

Makam Keramat Tujuh terletak di Jalan Pangeran Kusuma Jaya, Ketapang, kira-kira 4 km dari Kelurahan Mulia Kerta.

D. Harga Tiket

Pengunjung yang akan berziarah ke Makam Keramat Tujuh tidak dipungut biaya masuk.

E. Akses

Makam ini dapat dicapai sekitar 10 menit dengan mobil dari Keraton Kerajaan Matan atau 15 menit dari pusat kota Ketapang.

F. Fasilitas dan Akomodasi Lainnya

Di kompleks makam ini, terdapat sebuah pendopo yang biasanya digunakan oleh apra pengunjung untuk melepas lelah. Rumah juru kunci makam terletak tak jauh dari makam. Juru kunci inilah yang biasanya memandu para pengunjung untuk mengenal lebih jauh tentang Makam Keramat Tujuh.

(Tunggul Tauladan/wm/01/04-2010)

__________

Sumber Foto: Koleksi BKPBM (Fotografer: Aam Ito Tistomo)



Dibaca : 562 kali.

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.

Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.indonesiaWonder.com/
Komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
   
 
* = Harus diisi