Indonesia Wonder

Loading
English Version | Bahasa Indonesia
Kamis, 19 April 2018

Universitas Al-Muslim Peusangan

Publish 20-07-2010 15:12:26 by Admin
Rating : 0 ( 0 )

A. Selayang Pandang

Pendirian Universitas Al-Muslim tidak terlepas dari pemberian tanah wakaf pada tanggal 14 November 1929 oleh seorang uleebalang Peusangan yang bijaksana, yaitu Teuku Tjhik Peusangan atau yang lebih dikenal dengan nama Ampon Syik Peusangan. Pemberian wakaf tersebut bertujuan untuk memajukan pendidikan di Nanggroe Aceh Darussalam. Di atas tanah wakaf tersebut kemudian dibangun sebuah kampus Yayasan Pendidikan Al-Muslim yang dipimpin oleh Teungku Abdul Rahman Meunasah Meutjab. Yayasan ini merupakan yayasan pendidikan tinggi pertama di Sumatra.

Beberapa ulama dan uleebalang di Peusangan ikut membantu mendirikan dan membina Yayasan Pendidikan Al-Muslim ini. Mereka bekerja sama dengan satu visi, yaitu mewujudkan masyarakat Aceh yang berilmu dan berakhlak mulia. Berkat kegigihan mereka mempromosikan dan meningkatkan kualitas pendidikannya, yang bersekolah di yayasan ini tidak hanya berasal dari Peusangan, tetapi juga kabupaten-kabupaten lainnya di Nanggroe Aceh Darussalam.

Pada tahun 1993, yayasan ini telah memiliki sebuah AMIK (Akademi Manajemen Ilmu Komputer) Al-Muslim. Sejak tahun 2002, yaitu setelah AMIK Al-Muslim menjadi sebuah universitas dengan nama Universitas Al Muslim, AMIK digabungkan dalam Fakultas Ilmu Komputer. Saat ini, Universitas Al Muslim memiliki tujuh fakultas dan satu akademi, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan, Fakultas Sosial dan Politik, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komputer, dan Program Diploma III Kebidanan.

B. Keistimewaan

Yayasan Pendidikan Al-Muslim adalah yayasan pendidikan bersejarah bagi kemajuan pendidikan tinggi di Aceh. Keberadaan yayasan ini merupakan bukti bahwa para orang tua dan tokoh masyarakat di Peusangan mempunyai kepedulian dan kesadaran bahwa pendidikan merupakan faktor penting untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Aceh. Di yayasan ini, tidak hanya anak-anak lelaki yang memiliki hak untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga anak-anak perempuan. Akhirnya, dalam sejarah pendidikan di Aceh, masyarakat di Kecamatan Peusangan, seperti masyarakat di Desa Matang Glumpang Dua dan Matang Kuli, dikenal sebagai daerah yang banyak melahirkan tokoh-tokoh pendidikan baik tingkat lokal maupun nasional.

Perkembangan Universitas Al-Muslim semakin maju ketika memperoleh bantuan dari beberapa lembaga donor nasional dan internasional. Pada tahun 2006, Pemerintah Italia memberi bantuan bagi perkembangan universitas, berupa bangunan baru untuk ruang internet, tiga unit laboratorium MIPA, studio gambar teknik, laboratorium kebidanan, tiga unit laboratorium komputer multimedia, satu unit laboratorium bahasa, dua unit laboratorium micro teaching, gedung administrasi, dan perpustakaan. Selain itu, pada tahun 2007 universitas ini mampu memenangi beberapa Program Hibah Kompetisi (PHK) dari Dinas Pendidikan Nasional. Bahkan, universitas ini memperoleh kepercayaan dari Menteri Pendidikan Nasional untuk menyelenggarakan program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Di samping itu, untuk meningkatkan kualitas lulusan universitas di tengah persaingan global, Universitas Al-Muslim telah melakukan kerjasama dengan beberapa universitas di Malaysia untuk membuka program double degree.

Mahasiswa yang kuliah di Universitas Al-Muslim setiap tahunnya terus bertambah. Pada tahun 2007, lulusan SLTA yang mendaftar ke universitas ini berjumlah lebih kurang 3.000-an orang. Hal yang cukup menarik adalah ketika Aceh masih mengalami konflik bersenjata dan ditetapkan sebagai Daerah Operasi Militer (DOM), jumlah mahasiswa yang mendaftar di universitas ini tidak pernah berkurang.

C. Lokasi

Universitas Al-Muslim berada di Jalan Al-Muslim Matang Glumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireun, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia.

D. Akses

Akses menuju ke lokasi ini sangat mudah karena Universitas Al-Muslim berada di dekat jalan utama Aceh-Medan, Desa Matang Glumpang Dua. Apabila ditempuh dengan kendaraan roda empat atau roda dua dari Kota Bireun (Ibu Kota Kabupaten Bireun), ke lokasi membutuhkan waktu sekitar 35 menit.

E. Harga Tiket

Pengunjung yang berkunjung ke universitas ini tidak dipungut biaya.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Wisatawan yang memerlukan penginapan dapat menyewa penginapan kelas melati di dekat universitas ini. Restoran dan kedai makanan, terutama yang menjual makanan khas Matang Glumpang Dua, seperti sate matang, cukup mudah ditemukan di sekitar lokasi.

(Poncut/wm/12/07-08)
__________

Sumber Foto: peusangan.wordpress.com



Dibaca : 330 kali.

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.

Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.indonesiaWonder.com/
Komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
   
 
* = Harus diisi