Indonesia Wonder

Loading
English Version | Bahasa Indonesia
Jumat, 28 November 2014

Upacara Adat Mbah Bergas

Publish 01-01-1970 07:00:00 by Admin
Rating : 0 ( 0 )

A. Selayang Pandang

Mbah Bergas adalah pengikut setia Sunan Kalijaga yang mendapat tugas untuk menjaga dan menyebarkan agama Islam di wilayah Desa Margoagung, Seyegan, Sleman. Dalam tugas menyebarkan syiar agama Islam tersebut, beliau sering membawa kesembuhan bagi penduduk desa sekitar yang sedang dilanda penyakit. Selain itu, beliau juga banyak berjasa terhadap penduduk Mergoagung, bahkan beliau juga dipercaya sebagai cikal bakal pendiri Dusun Ngino, salah satu dusun yang ada di Desa Mergoagung. Oleh karena itu, Mbah Bergas menjadi sosok yang sangat dihormati oleh masyarakat Dusun Ngino, Mergoagung.

Konon, pada masa hidupnya, setiap usai panen raya Mbah Bergas selalu melakukan ritual merti desa (bersih desa) sebagai ungkapan syukur kepada Sang pencipta atas hasil panen yang berlimpah, keselamatan dan keberkahan yang telah diperoleh, serta harapan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Kebiasaan tersebut berlangsung selama bertahun-tahun dan diikuti oleh masyarakat Mergoagung.

Sepeninggal Mbah Bergas, masyarakat tetap mempertahankan tradisi upacara merti desa tersebut. Dalam perkembangannya, selain sebagai bentuk ucapan syukur atas panen raya, upacara ini juga dilakukan guna mengenang jasa-jasa Mbah Bergas sebagai sesepuh Dusun Ngino. Oleh karena itu, nama upacara merti desa ini diganti menjadi Upacara Adat Mbah Bergas. Upacara ini dilaksanakan setahun sekali, setiap hari Jumat Kliwon (kalender Jawa) di Bulan Mei.

Upacara Adat Mbah Bergas saat ini terbagi menjadi dua bagian yakni kegiatan bersih desa dan kirab budaya yang merupakan puncak acara. Selain dua acara itu tersebut biasanya juga akan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan kesenian seperti pagelaran wayang semalam suntuk, dan juga pasar malam yang dimeriahkan oleh penduduk sekitar. Selain sebagai ritual budaya, Upacara Adat Mbah Bergas juga sudah mulai digarap secara tertata sehingga bisa menarik perhatian wisatawan untuk turut serta dalam upacara adat ini.

B. Keistimewaan

Rangkaian kegiatan Upacara Adat Mbah Bergas biasanya telah dimulai jauh-jauh hari dengan penyelenggaraan pasar malam dan pentas kesenian. Acara inti upacara adat ini dimulai sejak kamis malam dengan ritual pengambilan air suci tujuh klenthing (Tirta Saptomulyo) di Sendang Planangan yang, konon berasal dari tongkat yang ditancapkan Mbah Bergas sehingga membentuk sebuah mata air kecil yang kemudian melebar menjadi sebuah sendang. Sendang ini digunakan untuk mengambil air wudhu oleh Mbah Bergas. Dari Sendang Planangan, warga akan berduyun-duyun ke makam Mbah Bergas yang terletak di sebuah bangunan berukuran 5x5 meter. Setelah dua prosesi tersebut selesai akan dilanjutkan dengan tirakatan yang diselingi dengan pertunjukan karawitan, cokekan, serta macapat.

Pada Jumat paginya acara akan dilanjutkan dengan kenduri. Semua sesaji dan gunungan akan dikumpulkan di Balai Desa Mergoagung. Dalam setiap tahunnya, pasti ada tiga gunungan yang akan diarak. Yang pertama adalah gunungan pari, berupa padi yang disusun menjadi kerucut sebagai kelengkapan upacara bersih desa setelah panen. Gunungan kedua adalah gunungan wulu telu, berupa palawija dan buah-buahan sebagai penggambaran hasil bumi masyarakat Dusun Ngino. Gunungan yang terakhir adalah sesaji yang berisi nasi tumpeng, ingkung ayam, bunga, kendi berisi air dari Sendang Planangan, serta daun sirih kinang yang menjadi kesukaan Mbah Bergas.

Sekitar pukul 14.00 puncak acara Upacara Adat Mbah Bergas dimulai dengan penampilan tari-tarian di halaman Balai Desa Mergoagung. Sesudah itu, gunungan akan dikirab menuju Dusun Ngino. Selain tiga gunungan utama, kirab ini juga akan diikuti oleh berbagai kelompok seni dan bregodo prajurit. Kelompok drumband biasanya juga turut memeriahkan upacara ini. Mereka akan menjadi pengawal tiga gunungan utama. Dalam arak-arakan ini, para sesepuh semuanya mengenakan busana adat Jawa tanpa terkecuali.

Sampai di Dusun Ngino upacara dilanjutkan dengan menyiram pohon beringin yang diyakini sebagai tempat bertapa Mbah Bergas menggunakan air Sendang Planangan. Sisa air yang digunakan untuk menyiram beringin akan dimasukkan ke dalam gentong yang ada di dekat pohon dan dibagi-bagikan kepada warga yang masih mempercayai khasiat dari air tersebut. Gunungan yang sudah selesai didoakan kemudian akan diperebutkan oleh warga. Prosesi rebutan ini dikenal dengan istilah ‘rayahan’. Rangkaian Upacara Adat Mbah Bergas akan ditutup dengan pertunjukan wayang semalam suntuk pada hari Jumat Malam.

C. Lokasi

Upacara Adat Mbah Bergas selalu dilaksanakan di Dukuh Ngino, Desa Mergoagung, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman.

D. Akses

Untuk dapat menyaksikan dan mengikuti Upacara Adat Mbah Bergas di Dusun Ngino, Mergoagung, Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Desa Mergoagung dapat di capai dari Jalan Raya Magelang Yogyakarta. Dari Terminal Jombor, silahkan Anda belok kiri dan mengikuti jalan menuju Kecamatan Seyegan. Nantinya akan ada penunjuk arah yang bertuliskan, Mbah Bergas. Jika Anda menggunakan kendaraan umum, Anda dapat turun di Terminal Jombor kemudian berganti angkutan pedesaan menuju Seyegan.

E. Harga Tiket

Wisatawan yang tertarik untuk menyaksikan Upacara Adat Mbah Bergas tidak perlu membayar tiket masuk. Yang perlu Anda persiapkan hanyalah uang untuk membayar biaya parkir kendaraan yang Anda bawa.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Meskipun lokasi pelaksanaan Upacara Adat Mbah Bergas terletak di desa, wisatawan yang membutuhkan akomodasi utama seperti penginapan tidak usah kawatir. Jarak Desa Mergoagung dari Kecamatan Seyegan maupun pusat pemerintahan Kabupaten Sleman cukup dekat sehingga fasilitas yang biasa diperlukan wisatawan sudah ada. Di Dusun Ngino sendiri terdapat mushola yang dapat digunakan wisatawan untuk bersembahyang. Fasilitas lain yang bisa Anda nikmati selama mengikuti Upacara Adat Mbah Bergas adalah pertunjukan kesenian, mulai dari seni tari hingga wayang kulit, semuanya dapat Anda saksikan secara gratis.

Elisabeth Murni

__________

Sumber Foto: Koleksi wisatamelayu.com



Dibaca : 513 kali.

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.

Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.indonesiaWonder.com/
Komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
   
 
* = Harus diisi