Indonesia Wonder

Loading
English Version | Bahasa Indonesia
Sabtu, 1 November 2014

Kerajinan Kayu Hitam Khas Palu

Publish 04-09-2012 15:52:00 by Admin
Rating : 0 ( 0 )

A. Selayang Pandang

Bagi Anda penggemar barang-barang kerajinan kayu yang khas dan unik, datanglah ke Kota Palu. Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah ini dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan tangan berbahan baku kayu hitam. Kayu jenis ini termasuk ke dalam suku eboni-ebonian dengan nama ilmiah Diospyros celebica. Nama celebica diturunkan dari kata “celebes” yang merujuk pada penyebutan Pulau Sulawesi yang berarti kayu hitam merupakan tumbuhan endemik dari Pulau Sulawesi.

Kayu hitam banyak tumbuh di daerah perbukitan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara, di hutan primer, tanah liat, pasir, atau tanah berbatu yang memiliki drainase baik. Biasanya persebaran kayu hitam berada pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Kawasan hutan kayu hitam di Sulawesi paling banyak terdapat di Kabupaten Donggala dengan luas ± 150.000 ha dan di Kabupaten Poso dengan luas ± 50.000 ha.

Hingga saat ini, puluhan pengrajin di Kota Palu memanfaatkan kayu hitam untuk membuat berbagai barang kerajinan, seperti mebel, patung, alat musik, tongkat, kotak perhiasan, dan aneka suvenir menarik lainnya. Produk kerajinan kayu hitam tidak hanya diminati oleh warga Kota Palu dan sekitarnya, tetapi juga para wisatawan lokal maupun mancanegara. Para wisatawan kebanyakan membeli suvenir sebagai oleh-oleh atau cinderamata.

Tingginya minat pasar membuat kerajinan dari kayu hitam akhirnya dipasarkan tak hanya di Kota Palu semata, melainkan juga merambah ke berbagai kota besar lain, seperti Makassar dan Bali. Bahkan sejak abad ke-18 kayu hitam telah diekspor ke luar negeri, terutama ke Jepang dan Taiwan, serta pasaran lain di Eropa dan Amerika Serikat. Di pasaran internasional, kayu hitam dikenal dengan nama Macassar ebony, Coromandel ebony, streaked ebony, atau Black ebony. Sedangkan di Indonesia, nama lain dari kayu hitam adalah , lotong toetandu, maitong, dan sora.

B. Keistimewaan

Produk kerajinan kayu hitam di Kota Palu termasuk salah satu yang tergolong mewah karena memerlukan bahan baku yang berkualitas. Kualitas kayu hitam dikenal karena memiliki beberapa keunggulan, antara lain tekstur yang halus dan merata, warna hitam yang khas dan unik, serta memiliki serat dan corak alur yang indah dan beragam. Selain itu, tekstur kayu ini lebih keras keras daripada kayu besi sehingga mudah dibentuk menjadi barang-barang kerajinan.

Berbagai keunggulan tersebut membuat harga jual kayu hitam melambung tinggi. Di pasaran, harga bahan baku kayu hitam mencapai Rp. 40 - 50 juta per m3. Selain bahan baku yang berkualitas, para pengrajin di Kota Palu juga dikenal memiliki keterampilan yang baik dengan dukungan teknologi yang memadai sehingga tak mengherankan jika produk yang dihasilkan pun sangat memuaskan.  

Kualitas produk yang memuaskan semakin lengkap ketika Anda mengetahui bahwa jenis kerajinan yang tersedia sangat beragam dengan harga terjangkau. Di sana Anda dapat memilih beragam kerajinan mebel dan furnitur, seperti meja dan kursi dengan beragam bentuk. Menurut para pengrajin, memiliki barang kerajinan mebel dan furnitur mewah ini dapat menambah kesan ekslusif  dan menaikkan status sosial Anda.

Selain kerajinan mebel dan furnitur, Anda juga dapat memilih berbagai jenis suvenir dan miniatur kayu hitam, seperti kotak perhiasan yang eksotik, papan nama gantung dan papan nama meja yang disertai dengan nama Anda, tempat lilin, jam, hiasan dinding dengan ukiran kaligrafi, bingkai foto, tongkat, tasbih, miniatur kapal pinisi, motor harley, dan tempat pulpen. Miniatur tersebut dapat Anda simpan di atas meja kerja sehingga tampak lebih indah dan elegan. Bagi kaum wanita yang suka mengoleksi tas, Anda dapat memperoleh tas yang dikombinasikan dengan gantungan tas dari bahan kuningan yang berwarna kuning keemasan sehingga tampak mewah dan ekslusif.

C. Lokasi

Toko yang menjual barang-barang kerajinan kayu hitam banyak tersebar di beberapa lokasi di Kota Palu, antara lain Jalan Ambo Edo No. 31; BTN Lasoani Blok D2 No.7, Kelurahan Lasoani; Jalan Dr. Samratulangi Lr. V No. 10; Jalan Anoa I No. 135; Perumahan Dosen Blok D8/No. 9 dan 10; Jalan Kijang Utara II No.19 A; Jalan Pramugari IV/Blok I/17 BTN Palupi; Jalan Hasanuddin; Jalan Setia Budi No.63; Jalan Imam Bonjol; Jalan Jenderal Sudirman No.26.

D. Akses

Kota Palu dapat dicapai melalui jalur udara dari Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta dengan tujuan Bandara Hasanuddin di Kota Makassar sebagai tempat transit dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Bandara Mutiara Palu dengan waktu tempuh sekitar 55 menit. Dari Bandara Mutiara, Anda dapat menggunakan taksi menuju ke lokasi toko-toko suvenir kerajinan kayu hitam yang telah disebutkan di atas. Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan angkutan umum berupa bus mini (angkot) yang ada di kota tersebut.

D. Harga

Harga kerajinan kayu hitam di Kota Palu cukup bervariasi, mulai dari Rp. 25.000,00 hingga jutaan rupiah, tergantung jenis dan kualitas barang.

E. Akomodasi dan Fasilitas

Berbagai fasilitas dan akomodasi, seperti hotel, restoran, warung makan, bank, ATM, rumah sakit, dan berbagai fasilitas umum lain, telah tersedia di sekitar tempat Anda berbelanja kerajinan kayu hitam di Kota Palu. (Samsuni/iw/108/06-2012)

 

Dari berbagai sumber

Sumber foto:

·         http://mbahragilblog.blogspot.com/2012/02/cenderamata-from-palu.html

·         http://infosulawesitengah.files.wordpress.com/2011/04/tmpattisu2.jpg?w=300&h=189

 



Dibaca : 528 kali.

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.

Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.indonesiaWonder.com/
Komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
   
 
* = Harus diisi