Indonesia Wonder

Loading
English Version | Bahasa Indonesia
Rabu, 22 November 2017

Abon Ikan Gabus

Publish 25-05-2012 15:42:00 by Admin
Rating : 0 ( 0 )

A. Selayang Pandang

Abon adalah makanan yang terbuat dari serat-serat daging sapi atau kerbau melalui proses yang dimulai dari merebus, menyayat-nyayat, membumbui, menggoreng, dan mengepres. Namun, pada beberapa daerah di Indonesia, abon tidak selalu terbuat dari daging sapi atau kerbau, melainkan berbahan dasar ikan. Salah satunya adalah Abon Ikan Gabus atau yang biasa disebut Abon Ikan Behau dari daerah Kalimantan Tengah.

Kalimantan Tengah memang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil ikan gabus terbesar di Indonesia. Hal tersebut bisa terjadi karena Kalimantan Tengah didukung oleh faktor geografis yang menguntungkan, yaitu terdapat banyak sungai dan rawa sebagai habitat asli ikan gabus. Selain hidup di habitat asli, masyarakat di Kalimantan Tengah juga mulai mengembangkan ikan gabus melalui pembudidayaan.

Di Kalimantan Tengah, ikan gabus yang masih segar biasanya diolah menjadi lauk sehari-hari atau disajikan di warung-warung makan. Namun, para petani terkadang terkendala pada pemasaran ikan gabus yang masih segar karena daya tahannya tidak lama atau cepat mengalami pembusukan. Para petani ikan ini juga tak jarang mengalami kerugian ketika produksi ikan melimpah, namun kurang didukung dengan pemasaran yang memadai.

Berbagai cara akhirnya ditempuh untuk menyiasati kerugian, salah satunya adalah membuat ikan tetap awet untuk dikonsumsi dalam waktu lebih lama. Para petani ikan akhirnya menemukan cara mengawetkan ikan dengan cara membuat abon. Abon ikan yang dihasilkan mempunyai bentuk yang lembut, rasanya enak, memiliki bau yang khas, dan memiliki daya tahan lebih lama. Abon ikan gabus dapat dimakan sebagai lauk untuk teman makan nasi, roti maupun dijadikan sebagai isi arem-arem atau lemper.

Pengawetan ikan gabus ini juga menjadi salah satu agenda Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, setiap wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Tengah diharapkan untuk membawa pulang behau, baik berupa behau kering atau abon behau, sebagai oleh-oleh. Bahkan, Pemprov setempat bertekad untuk menjadikan behau sebagai ikon pariwisata Kalimantan Tengah pada 2012.

B. Keistimewaan

Abon Ikan Gabus selain memiliki rasa yang enak dan aroma yang khas ternyata juga mengandung nilai gizi yang tinggi. Ikan gabus terkenal kaya akan albumin, sejenis zat dalam protein yang berfungsi untuk membantu pembentukan jaringan sel baru. Tanpa albumin, sel-sel di dalam tubuh akan sulit melakukan regenerasi sehingga cepat mati dan tidak berkembang.

Secara medis, albumin digunakan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah atau rusak akibat operasi atau pembedahan. Itulah sebabnya, pasien pascaoperasi sangat dianjurkan oleh dokter untuk mengonsumsi ikan gabus untuk mempercepat proses penyembuhan luka di dalam tubuh. Selain itu, albumin juga dapat mempercepat penyembuhan luka bakar, pascamelahirkan, khitan, patah tulang, dan luka kronis lainnya.

Menurut sebuah penelitian, ekstrak albumin ikan gabus dapat menggantikan albumin impor. Padahal, harga albumim impor mencapai jutaan rupiah per milimeter. Sementara albumin impor yang dibutuhkan dalam satu kali operasi paling tidak sekitar 30 milimeter. Nah, bagi Anda yang sedang dalam proses penyembuhan pascaoperasi atau melahirkan, kini saatnya menghemat biaya dengan cara mengonsumsi Abon Ikan Gabus. Selain murah, Abon Ikan Gabus juga enak disantap karena tidak berbau amis.

Cara pembuatan Abon Ikan Gabus juga tergolong cukup mudah. Pertama-tama, siapkan bahan berupa daging ikan gabus segar sekitar 1 kg dan bumbu-bumbu berupa garam, gula merah, ketumbar, bawang merah, laos, jahe, sereh, dan bawang putih. Proses pengolahan dimulai dari membersihkan ikan dengan menghilangkan isi perut dan kepala, lalu dipotong-potong dan dibersihkan. Ikan kemudian dikukus hingga matang untuk memudahkan pengambilan daging dan pemisahan daging dari tulangnya. Setelah itu, ikan yang sudah matang ditumbuk atau dimemarkan hingga menjadi suwiran-suwiran daging ikan.

Selanjutnya, semua bumbu dihaluskan lalu dicampurkan dengan suwiran-suwiran ikan gabus hingga merata. Setelah itu, daging yang dicampur bumbu kemudian digoreng dengan minyak atau santan kelapa kental. Selama dalam proses penggorengan, adonan ikan terus menerus diaduk hingga kering dan warnanya berubah menjadi kuning kecoklatan. Abon yang sudah matang kemudian dipres dengan alat pengepres untuk menghilangkan sisa minyak yang melekat pada abon. Setelah itu, abon diambil dengan menggunakan garpu. Abon Ikan Gabus pun siap untuk disantap bersama nasi hangat atau roti. Abon Ikan Gabus akan lebih nikmat disantap pada waktu sarapan.

C. Lokasi

Abon Ikan Gabus banyak dijual di toko atau kios oleh-oleh di Kota Palangkaraya. Salah satu toko yang cukup terkenal berada di Kompleks Pertokoan Trimitra No. 8, Jalan Raden Saleh, Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah.

D. Harga

Abon Ikan Gabus dijual dengan kisaran harga antara Rp 25.000,00 - Rp 125.000,00/bungkus, tergantung ukuran bungkusnya. (Samsuni/iw/90/04-2012)

 

Dari berbagai sumber

Sumber foto:

  • http://hodiap57.info/abon-haruangabus-khas-kalimantan-banyak-khasiat.php
  • http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11803591



Dibaca : 275 kali.

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.

Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.indonesiaWonder.com/
Komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
   
 
* = Harus diisi