Indonesia Wonder

Loading
English Version | Bahasa Indonesia
Sabtu, 21 April 2018

Ledre

Publish 01-01-1970 07:00:00 by Admin
Rating : 0 ( 0 )

Ledre adalah makanan tradisional yang menjadi salah satu ikon kuliner Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Penganan ini berbentuk gulungan dan biasanya beraroma pisang raja meskipun sekarang produksi ledre sudah memiliki beragam varian rasa. Ledre sangat cocok sebagai teman minum teh, disajikan untuk tamu, juga sebagai oleh-oleh khas Bojonegoro.

A. Selayang Pandang

Namanya sederhana dan terkesan “apa adanya”: ledre. Namun, jangan langsung meremehkan penganan tradisional ini. Coba dulu barang secuil, dijamin Anda akan ketagihan. Ledre adalah makanan khas Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kabupaten ini memang berjuluk sebagai Kota Ledre. Bojonegoro merupakan salah satu kabupaten yang tergabung dalam Blok Cepu bersama dua kabupaten lainnya, yakni Kabupaten Tuban (Jawa Timur) dan Kabupaten Blora (Jawa Tengah), yang terkenal sebagai kawasan penghasil minyak dan gas bumi di pesisir pantai utara Jawa. Oleh karena itu, selain di Bojonegoro, ledre pun sangat dikenal di Cepu (kecamatan di Kabupaten Blora).

Dilihat dari bentuknya, ledre mirip seperti kue semprong, jenis kue tradisional yang cara pembuatannya dilakukan dengan digulung-gulung, sama seperti ledre. Bedanya, gulungan ledre lebih tipis daripada gulungan kue semprong. Selain itu, ledre biasanya menggunakan pisang raja sebagai bahan dasar dan penguat aroma khasnya. Akan tetapi, sejalan dengan perkembangan zaman dan selera pasar, kini ledre tidak hanya memanfaatkan pisang raja semata, melainkan juga dibuat dengan jenis berbagai pisang lain, seperti pisang saba, pisang hijau, pisang susu, dan sebagainya. Perkembangan pun ledre merambah pada varian rasa dan aromanya, di mana sekarang tersedia ledre rasa coklat, susu, atau rasa lainnya.

Di Bojonegoro, ledre masih dikembangkan oleh industri rumah tangga di mana para pembuat ledre adalah penduduk setempat yang mengusahakan proses produksi ledre di rumah. Salah satu tempat yang menjadi sentra produksi ledre di Bojonegoro adalah di Kecamatan Padangan yang terletak sekitar 25 kilometer dari Kota Bojonegoro. Di sini, terdapat 110 unit usaha yang memproduksi ledre. Tenaga kerja yang terlibat mencapai 220 orang dengan kapasitas produksi 9.900.000 ledre/tahun. Meskipun masih berlevel home industry, namun pemasaran ledre telah mampu merambah ke kota-kota besar, seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, bahkan hingga ke luar pulau Jawa.

Ledre memang sudah sangat lekat dengan Bojonegoro. Apabila berkunjung ke Bojonegoro namun tidak membawa ledre sebagai buah tangan, maka kunjungan itu dianggap belum sempurna. Pada waktu-waktu liburan sekolah atau liburan hari raya, di Bojonegoro semarak dengan hamparan ledre yang dijajakan di banyak lokasi. Di setiap toko makanan, warung-warung, hingga di stasiun kereta api dan terminal bis, tersedia ledre yang dijual sebagai oleh-oleh khas Bojonegoro.

B. Keistimewaan

Ledre memang istimewa. Keistimewaan utamanya adalah terletak pada cara pembuatannya sehingga tercipta bentuk ledre yang unik dengan rasa yang dijamin akan memanjakan lidah. Ledre adalah penganan kering yang terbuat dari campuran tepung terigu, gula pasir, mentega garam, vanili, parutan kelapa muda, dan tepung beras atau tepung ketan, dan biasanya ditambah pisang raja untuk aroma, namun bisa juga menggunakan varian aroma dari bahan-bahan selain pisang raja.

Meskipun bentuk ledre terkesan rumit, namun ternyata cara membuatnya cukup sederhana. Pertama-tama, rebus gula, garam, dan vanili dengan air hingga larut, kemudian masukkan parutan kelapa muda dan diaduk-aduk. Setelah itu, matikanlah api. Masukkan tepung ketan selagi masih panas sehingga membentuk adonan kental. Siapkan wajan anti lengket, olesi dengan mentega tipis-tipis. Selanjutnya, beri 2 sendok adonan, tekan-tekan dengan punggung sendok hingga tipis (dengan ketebalan 1/2 cm). Beri 1-2 sendok makan pisang raja yang telah dilumatkan. Ratakan dan taburi dengan gula pasir. Tutup wajan agar pisang matang. Apabila bagian bawah sudah berkerak dan agak gosong, lipatlah adonan ledre tersebut dan kemudian sisihkan. Lakukanlah hingga semua adonan habis dan ledrepun siap untuk disajikan.

Para pelaku usaha home industry yang memproduksi ledre di Kabupaten Bojonegoro sudah cukup profesional. Dari segi kemasan, misalnya, telah dibuat sesuai dengan higienis. Selain itu, produksi ledre sudah didaftarkan ke Departemen Kesehatan. Produksi ledre akan meningkat pada waktu-waktu liburan. Namun, saat musim tanam, produksi ledre biasanya menurun karena sebagian warga memprioritaskan pengerjaan sawah. Meskipun demikian, produksi ledre dijamin tetap lestari di Bojonegoro karena ledre sudah lekat sebagai ikon kuliner di kabupaten ini.

C. Lokasi

Di banyak tempat di Bojonegoro, Anda dapat menemukan ledre dengan mudah, dari warung-warung di pinggir jalan, pasar tradisional, hingga di terminal bis maupun stasiun kereta api. Ledre juga sudah dipasarkan di kota-kota besar di Indonesia sehingga mudah juga ditemukan di supermarket atau pasar swalayan. Jika Anda mempunyai cukup waktu, Anda juga bisa datang langsung ke sentra produksi ledre yang ada di Bojonegoro. Misalnya di Padangan, Kuniran, dan tempat-tempat lainnya di Bojonegoro.

D. Harga

Sebungkus ledre dibanderol dengan harga Rp 4.000,- rata-rata berisi 10 buah ledre. Supaya mudah dibawa dan aman, ledre dikemas dengan kardus. Satu kardus kecil berisi 2 bungkus, sedangkan kardus besar isinya 4 bungkus.

(Iswara N. Raditya/wm/18/04-2011)

Sumber Foto: Repro dari http://dewey.petra.ac.id/jiunkpe_dg_6823.html



Dibaca : 1312 kali.

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.

Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.indonesiaWonder.com/
Komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
   
 
* = Harus diisi