Indonesia Wonder

Loading
English Version | Bahasa Indonesia
Senin, 22 Desember 2014

Nikmatnya Uta Kelo Khas Suku Kaili

Publish 04-09-2012 15:54:00 by Admin
Rating : 5 ( 1 )

A. Selayang Pandang

Satu lagi masakan khas Suku Kaili yang wajib Anda cicipi saat berkunjung ke Kota Palu, yaitu Uta Kelo atau sayur daun kelor. Sesuai dengan namanya, makanan khas ini menggunakan bahan dasar daun kelor (moringa oleifera). Daun kelor adalah salah satu tanaman yang mudah tumbuh di daerah tropis, termasuk di Indonesia.

Daun kelor banyak tumbuh di daerah pedesaan sebagai pagar hidup, pembatas tanah, atau untuk penjalar tanaman lain. Di beberapa daerah, tanaman ini memiliki nama khusus, misalnya di Madura disebut maronggih, Sunda dan Melayu disebut kelor, Aceh disebut murong, Ternate dan Sulawesi Tengah disebut kelo, Sumba disebut kawona, dan Ranah Minang disebut munggai.

Masyarakat Indonesia memanfaatkan daun kelor sebagai tanaman obat-obatan dan sayuran. Namun pada umumnya, daun kelor lebih banyak dibuat sayur. Salah satunya adalah Suku Kaili di Kota Palu, Sulawesi Tengah yang memanfaatkan daun kelor sebagai bahan dasar untuk membuat sayur yang disebut Uta Kelo atau sayur kelor.

Sayur kelor olahan suku Kaili ini terlihat berbeda dari masakan daun kelor di daerah lain yang umumnya berbentuk sayur bening. Uta Kelo dimasak dengan menggunakan santan dan diberi beberapa bahan tambahan seperti buah pisang kepok yang masih muda, terong ungu, dan ebi kering (lamale ngau). Adapun jenis daun kelor yang baik untuk dimasak sayur adalah daun kelor yang masih muda karena selain lembut, rasanya pun tidak pahit.

Uta Kelo adalah salah satu menu favorit berbuka puasa masyarakat Kota Palu pada saat bulan Ramadhan. Oleh masyarakat setempat, sayur bersantan ini diyakini mampu memberi kekuatan ekstra untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Uta Kelo juga dianggap memiliki mitos sendiri, pasalnya jika ada orang luar Palu memakan sayur yang kaya nutrisi ini, maka besar kemungkinan dia akan menjadi warga Kota Palu. Penasaran dengan mitos ini? Datanglah ke Kota Palu untuk membuktikannya!

B. Keistimewaan

Uta Kelo adalah salah satu masakan khas Suku Kaili yang sudah identik dengan Kota Palu. Mengenai rasa, sayur ini terasa gurih dan lezat. Selain itu, sayur ini juga terasa sedikit pedas karena diberi tambahan cabai rawit hijau yang diiris-iris tipis. Uta Kelo lebih nikmat disantap dengan nasi jagung atau ubi rebus ditambah dengan duo (sambal teri nasi) dan ikan katombo (ikan kembung) bakar. Selain rasa yang gurih dan lezat, Uta Kelo juga termasuk jenis masakan yang sehat untuk dikonsumsi karena kaya nutrisi.

Cara membuatnya Uta Kelo cukup mudah. Pertama-tama siapkan bahan-bahan berupa 15 tangkai daun kelor yang telah dipisahkan dari tangkainya, 500 cc santan, 8 buah pisang kepok muda, 5 buah terong ungu, 20 cabai rawit hijau, dan 1 genggam ebi kering. Setelah itu, santan dan cabai yang sudah dihaluskan dimasak hingga mendidih, kemudian masukkan pisang kepok muda yang sudah diiris tipis lalu tambahkan garam dan penyedap rasa secukupnya. Setelah pisang kepok matang, masukkan daun kelor, terong, ebi kering, lalu aduk hingga rata. Saat daun kelor dan terong sudah lunak dan matang, Uta Kelo diangkat dan siap disajikan untuk 10 orang.

Menurut hasil penelitian dari para ahli gizi, daun kelor memiliki kandungan nutrisi sangat lengkap. Tanaman ini sangat kaya vitamin dan mineral serta mengandung asam animo esensial yang sangat vital sebagai bahan pembentuk protein. Selain itu, daun kelor termasuk salah satu sumber vitamin A. Jika dibandingkan dengan wortel, daun kelor memiliki kandungan vitamin A yang jauh lebih tinggi. Daun kelor juga memiliki kandungan vitamin C yang lebih tinggi daripada jeruk. Tidak hanya itu, kandungan kalsium daun kelor 4 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan kalsium pada susu, kandungan potasiumnya 3 kali lipat lebih tinggi dari pisang, kandungan proteinnya 2 kali lipat lebih tinggi dari yogurt, dan kadar besinya jauh lebih banyak daripada bayam.

Lowell Fuglie, seorang warga Perancis yang bekerja di Senegal adalah orang yang pertama kali meneliti kandungan nutrisi daun kelor pada tahun 1990-an. Dalam penelitiannya, ia menemukan bukti bahwa ibu-ibu hamil yang mengalami gizi buruk masih bisa dibantu untuk memiliki anak yang sehat dengan cara mengonsumsi daun kelor. Hasil penelitian Lowell Fuglie ini kemudian dimanfaatkan oleh banyak negara, terutama di Afrika, untuk memerangi gizi buruk. Tidak mengherankan jika banyak media massa internasional mempopulerkan pohon kelor sebagai “miracle tree” alias pohon ajaib, bahkan ada yang menyebutnya sebagai “tree of life” atau pohon kehidupan.

Selain dapat menanggulangi gizi buruk, daun kelor juga berkhasiat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Penyakit-penyakit tersebut, antara lain hepatitis, hiperlipidemia atau kolestrol tinggi, jantung, darah tinggi, serta anti radang atau inflamasi (satu dari respon utama sistem kekebalan terhadap infeksi dan iritasi).

C. Lokasi

Anda dapat menikmati Uta Kelo dengan  mudah di warung-warung makan khas Suku Kaili yang banyak tersebar di pinggir jalan Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

D. Harga

Uta Kelo lengkap dengan nasi dan lauknya dijual dengan kisaran harga antara Rp. 12.000,00 hingga Rp. 15.000,00. (Samsuni/iw/110/06-2012)

 

Dari berbagai sumber

Sumber foto:

·         http://infosulawesitengah.wordpress.com/2010/08/30/uta-kelo/

·         http://nanaharmanto.wordpress.com/2011/06/10/daun-kelor/

·         http://manfaatkelor.blogspot.com/

 



Dibaca : 568 kali.

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.

Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.indonesiaWonder.com/
Komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
   
 
* = Harus diisi