Indonesia Wonder

Loading
English Version | Bahasa Indonesia
Selasa, 29 Juli 2014

Desa Wisata Religius Bubohu

Publish 21-05-2012 15:25:00 by Admin
Rating : 0 ( 0 )

A. Selayang Pandang

Desa Bongo merupakan sebuah wilayah di Provinsi Gorontalo yang kini dikembangkan sebagai Desa Wisata Religius Bubohu. Sebelum dikenal dengan nama Desa Bongo, kawasan ini telah dikenal dengan nama Desa Bubohu. Namun, sejak 1973, berdasarkan pertimbangan dari tokoh adat dan agama yang berpijak pada perundingan antara Raja Gorontalo dari Tamalatea dengan para tokoh adat dan agama pada 1750, nama Desa Bubohu diubah menjadi Bongo yang berarti kelapa. Bongo ini sendiri merupakan tanda bahwa keberhasilan perundingan dari Raja Gorontalo dengan para tokoh agama, adat, dan masyarakat dalam merumuskan pemerintahan dan perluasan wilayah kekuasaan.

Desa seluas sekitar 400 hektar ini menyimpan berbagai potensi alam, budaya, serta tradisi yang melekat kuat dalam keseharian masyarakat. Pengembangan Desa Wisata Religius Bubohu tak lepas dari potensi desa tersebut yang sangat lekat dengan nilai-nilai religius. Maklum, sejak sebelum abad ke-17, di wilayah ini telah terbentuk sebuah permukiman yang homogen dan religius. Berbagai kebudayaan dan adat istiadat setempat senantiasa berlandaskan pada ajaran agama Islam. Ajaran inilah yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Desa Bongo. 

Potensi yang telah terbentuk sejak ratusan tahun silam dan hingga kini tetap terpelihara inilah yang membuat Desa Bongo mampu dikembangkan menjadi sebuah desa wisata religius. Ide untuk membangun Desa Bongo baru terealisasi sekitar tahun 1997. Seorang penduduk desa bernama Yosef Tahir Ma’ruf mencoba membangun tempat ini menjadi sebuah permukiman yang tertata dan layak sebagai obyek wisata. Kerja keras Syeikh Yotama, demikian beliau biasa disapa akhirnya membuahkan hasil dengan dikenalnya Desa Wisata Religius Bubohu sebagai salah satu obyek wisata di Gorontalo yang memiliki keunikan tersendiri dan tak akan bisa ditemukan di tempat lain.

Syeikh Yotama juga membentuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Mandiri Yotama (PKBM Yotama) untuk mengelola seluruh aset Desa Wisata Religius Bubohu. Mulai tahun 1997 hingga kini, PKBM Yotama inilah yang menjadi marketing, inisiator dan eksekutor pembangunan Masjid Walima Emas, hingga penanggalan Hijriah terbesar di dunia.

Kiprah dari Syeikh Yotama berikut PKBM Yotama untuk menjadikan Desa Bongo menjadi desa wisata religius akhirnya mendapat dukungan dari pemerintah. Pada 2004, Pemerintah Provinsi Gorontalo menetapkan Desa Bubohu atau Bongo sebagai Desa Wisata Religius. Penetapan tersebut tak lepas dari pesona desa ini yang meliputi pesona wisata, budaya, tradisi, serta religiusitas.

B. Keistimewaan

Nuansa religius yang dibalut dengan kearifan lokal berupa budaya masyarakat setempat, menjadikan Desa Wisata Religius Bubohu memancarkan daya tarik tersendiri. Nuansa religi tersebut terlihat jelas dalam kehidupan keseharian masyarakat di desa ini. Di tempat ini, setiap kali masyarakat berpapasan pasti akan mengucapkan salam secara Islam. Bahkan tak hanya itu, pada setiap perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW atau pada tanggal 12 Rabiul Awal digelar sebuah acara besar-besaran, yaitu membuat walima atau seni membuat kue tradisional khas Gorontalo serta tolangga atau miniatur kubah masjid yang berhiaskan kolombengi (kue bolu kering). Tak berhenti sampai di situ saja, walima ini nantinya akan diarak secara kolosal ke Masjid Walima Emas, sedangkan kolombengi akan dimakan bersama-bersama.  Keunikan budaya, nuansa religi, serta potensi alam, dan peninggalan bersejarah menjadikan Desa Wisata Religius Bubohu mempunyai keistimewaan tersendiri yang tak ditemukan di tempat lain.

Desa Wisata Religius Bubohu memiliki keistimewaan dengan adanya berbagai potensi, baik alam, sejarah, maupun budaya. Berbagai potensi tersebut misalnya Masjid Walima Emas yang dilengkapi dengan kubah masjid berbentuk walima yang bersinar terang ketika malam, Kalender Hijriah (penanggalan Islam) terbesar di dunia yang disimpan di Masjid Walima Emas, kolam alami sejuk yang disebut Kolam Miem, kolam renang yang dilengkapi air mancur tanpa menggunakan mesin, Gunung Tidur yang mempesona dan sangat cocok bagi Anda yang memiliki hobi out bond, Pantai Dulanga yang sangat mempesona, Pasar Subuh yang hingga kini masih mempertahankan cara barter dalam perdagangan antara penjual dan pembeli, serta cinderamata khas desa ini berbentuk kue kolombengi dan sarung putih khas Desa Bongo.

Desa Wisata Religius Bubohu disebut-sebut sebagai salah satu daya tarik wisata terbaik di belahan Indonesia Timur. Keunikan, nilai khas, kebudayaan, dan banyak potensi lain yang dimiliki desa ini membuat Desa Wisata Religius Bubohu masih bisa dikembangkan dan dikemas dengan lebih menarik lagi. Selain itu, nilai-nilai keistimewaan tersebut juga telah dikenal luas oleh beberapa media yang mewartakannya beberapa tahun silam.  

C. Lokasi

Desa Wisata Religius Bubohu terletak di Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

D. Akses

Lokasi Desa Wisata Religius Bubohu hanya berjarak sekitar 2 jam perjalanan darat dari Bandar Udara Jalaluddin, Gorontalo. Sedangkan jika ditempuh dari Ibukota Provinsi Gorontalo hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun empat. Jalan menuju lokasi ini sudah beraspal mulus dengan banyak tikungan dan tanjakan khas jalan-jalan di lereng pegunungan. Dalam perjalanan, Anda bisa menyaksikan hamparan alam berupa keindahan Teluk Tomini.

E. Harga Tiket

Hingga saat ini, tiket masuk ke Desa Wisata Religius Bubohu belum diketahui secara pasti.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Di Desa Wisata Religius Bubohu, Anda dapat mengakses sarana publik seperti masjid, pondok pesantren alam, kolam untuk pemandian, menikmati sajian tari-tarian, hingga penginapan. (Tunggul Tauladan/iw/03/03-2012)

 

Dari berbagai sumber

Sumber foto:

  • http://elninogorontalo.com/non-parlemen/66-desa-wisata-religius-bubohu.html
  • http://dprdkab-bandung.com/tentang/



Dibaca : 449 kali.

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.

Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.indonesiaWonder.com/
Komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
   
 
* = Harus diisi