Indonesia Wonder

Loading
English Version | Bahasa Indonesia
Sabtu, 21 April 2018

Masjid Sunan Ampel Masyhur akan Nilai Rukun Islam

Publish 13-01-2012 08:48:27 by Admin
Rating : 0 ( 0 )

A.Selayang Pandang

Salah satu tujuan wisata religi yang termasyhur di Kota Surabaya adalah Masjid Sunan Ampel yang merupakan masjid terbesar kedua setelah Masjid Akbar Surabaya. Masjid Sunan Ampel berada dalam satu kawasan dengan Makam Sunan Ampel, tepatnya berada di depan makam.

Sunan Ampel adalah salah satu Wali Songo yang berjasa menyebarkan agama Islam di Jawa. Sebelum dikenal dengan nama Sunan Ampel, beliau bernama asli Raden Mohammad Ali Rahmatullah.  Putra Ibrahim Asmarakandi, salah satu Raja Champa ini diperkirakan lahir pada tahun 1401 Masehi di Champa, Kamboja.

Saat berusia 20 tahun, Raden Mohammad Ali Rahmatullah memutuskan untuk pindah ke Jawa, tepatnya di Surabaya yang ketika itu merupakan daerah kekuasaan Majapahit di bawah Raja Brawijaya yang dipercaya sudah beragama Islam. Di usia muda tersebut, Raden Mohammad Ali Rahmatullah sudah dikenal pandai dalam ilmu agama, bahkan dipercaya Raja Brawijaya untuk berdakwah dan menyebarkan agama Islam di Surabaya.

Raja Majapahit kemudian menghibahkan tanah seluas kira-kira 12 hektar di daerah Ampel Denta atau Surabaya sebagai pusat syiar agama Islam. Sejak saat itulah Raden Mohammad Ali Rahmatullah dikenal dengan nama Sunan Ampel.

Dalam proses dakwah ini, Sunan Ampel bersama dengan masyarakat membangun masjid yang kemudian dikenal dengan nama Masjid Sunan Ampel. Di tempat ini, beliau menetap hingga wafat dan dimakamkan pada 1481. Makam beliau terletak di sebelah kanan depan Masjid Sunan Ampel.

B.Keistimewaan

Masjid Sunan Ampel memiliki arsitektur Jawa kuno bernuansa Arab yang sangat kental. Keunikan dan nilai sejarah masjid ini terletak pada 16 tiang penyangganya yang terbuat dari kayu jati berukuran 17 meter tanpa sambungan. Meskipun telah berusia 600 tahun, tiang penyangga tersebut masih berdiri dengan kokoh. Di tiang penyangga ini terdapat ukiran-ukiran kuno peninggalan zaman Majapahit yang bermakna Ke-Esaan Tuhan. Masjid ini memiliki 48 pintu yang masih asli dengan diameter 1,5 x 2 meter.

Bangunan lain yang menjadi ciri khas masjid ini adalah menara setinggi 50 meter. Dahulu, menara ini berfungsi sebagai tempat mengumandangkan adzan. Di sebelah menara terdapat kubah berbentuk pendopo Jawa dengan lambang ukiran mahkota berbentuk matahari yang merupakan lambang kejayaan Majapahit. Selain itu, juga terdapat sumur bersejarah, namun kini sudah ditutup dengan besi. Air sumur ini dipercaya memiliki khasiat seperti air Zam-Zam di Mekah yang dipercaya berkhasiat sebagai obat.

Keistimewaan lain dari masjid ini adalah dibangun dengan nilai filosofis yang tinggi yang tampak dengan dibangunnya lima gapura (gapuro) yang merupakan simbol dari Rukun Islam. Dari arah selatan, terdapat gapuro bernama Gapuro Munggah, di mana peziarah akan menikmati suasana perkampungan yang mirip dengan Pasar Seng di Masjidil Haram, Mekah. Suasana ini menggambarkan seorang muslim wajib naik haji jika mampu.

Setelah melewati Gapuro Munggah, peziarah akan memasuki perkampungan yang menjadi kawasan pertokoan. Kawasan ini menyediakan segala kebutuhan umat muslim, mulai busana muslim, parfum, kurma, dan berbagai aksesoris yang dapat dibeli seseorang bila sudah pernah melakukan ibadah haji. Kawasan pertokoan ini disebut Pasar Gubah Ampel Suci.

Kemudian peziarah dapat melihat sebuah Gapuro Poso (puasa) yang terletak di selatan Masjid Sunan Ampel. Kawasan Gapuro Poso ini memberikan suasana pada bulan puasa Ramadhan yang artinya seorang muslim wajib berpuasa. Selesai melewati gapuro tersebut, peziarah akan memasuki halaman yang menampakkan bangunan induk masjid yang megah dengan menara menjulang tinggi.

Berikutnya, peziarah akan menjumpai Gapuro Ngamal (shodaqoh). Di sini, pengunjung bisa bershodaqoh, yang mana uang shodaqoh tersebut digunakan untuk pelestarian dan kebersihan kawasan masjid dan makam.

Kemudian terdapat Gapuro Madep, persis di sebelah barat bangunan induk masjid. Di sana para peziarah akan menjumpai makam Mbah Shanhaji, sebagai simbol arah kiblat Masjid Agung Sunan Ampel yang menggambarkan salat menghadap kiblat.

Terakhir, para peziarah akan melihat Gapuro Paneksen untuk masuk ke makam. Gapura ini merupakan gambaran dari syahadat "Aku Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah".

C.Lokasi

Kompleks Masjid dan Makam Sunan Ampel ini terletak di Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kotamadya Surabaya, Jawa Timur.

D.Akses

Kawasan Masjid dan Makam Sunan Ampel dengan mudah dapat dijangkau karena letaknya dekat dengan pusat kota Surabaya. Lokasi tersebut dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun  kendaraan umum dari Terminal Jembatan Merah ataupun Terminal Joyoboyo.

E.Harga Tiket

Pengunjung tidak dipungut biaya apapun untuk mengunjungi Masjid dan Makam Sunan Ampel.

F.Akomodasi dan Fasilitas lainnya.

Pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas yang aman dan nyaman sehingga para peziarah dapat berdoa dengan tenang. Selain fasilitas parkir, juga tersedia berbagai macam warung atau toko-toko yang menyediakan berbagai macam pernak-pernik maupun suvenir. Selain itu juga terdapat berbagai macam pilihan penginapan di sekitar kawasan tersebut. (Indra Jati Prasetiyo/iw/06/12-2011)

 

Dari berbagai Sumber

Sumber foto: http://cityguide.surya.co.id/wp-content/uploads/2011/08/masjid-sunan-ampel-surabaya.jpg



Dibaca : 383 kali.

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.

Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.indonesiaWonder.com/
Komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
   
 
* = Harus diisi