Indonesia Wonder

Loading
English Version | Bahasa Indonesia
Jumat, 1 Agustus 2014

Museum Balanga

Publish 06-06-2012 09:05:00 by Admin
Rating : 0 ( 0 )

A. Selayang Pandang

Provinsi Kalimantan Tengah memiliki sebuah tempat untuk mendokumentasikan artefak sejarah dan budaya yang diberi nama Museum Balanga. Museum yang berlokasi di Kota Palangkaraya ini menempati sebuah gedung bekas Monumen Dewan Nasional. Gedung yang berdiri pada 1963 ini pernah dua kali mengalami kebakaran, yaitu pada 1966 dan 1970. Atas inisiatif pemerintah setempat, pada 6 April 1973, didirikan sebuah gedung baru di lokasi bekas gedung Monumen Dewan Nasional yang telah terbakar. Gedung baru yang menempati lahan seluas 5 Hektar ini dikenal dengan nama Museum Balanga.

Pada awalnya fungsi dan koleksi Museum Balanga masih sangat terbatas. Benda-benda yang menjadi koleksi museum saat itu kebanyakan dari jenis keramik, terutama balanga atau tempayan. Oleh karena itulah, museum disebut Museum Balanga. Pada awalnya, museum ini masih merupakan Museum Daerah. Namun, seiring dengan kebijakan pemerintah pusat bahwa setiap provinsi harus memiliki museum yang menampilkan keunikan dan kekayaan budaya setempat, maka pada 1987 museum ini dijadikan sebagai Museum Negeri Provinsi Kalimantan Tengah di bawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan Depdikbud.

Peresmian Museum Balanga sebagai Museum Negeri dilakukan oleh Dirjen Kebudayaan Depdikbud, GBPH Poeger pada 1990. Sejak otonomi daerah ditetapkan, pengelolaan Museum Balanga diserahkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Pada perkembangannya, sejak 2001 hingga sekarang, pengelolaan museum diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah.

Kini, Museum Balanga memiliki ribuan koleksi yang digunakan sebagai media penelitian maupun ruang untuk rekreasi. Selain itu, Museum Balanga juga memilki karyawan atau pegawai sekitar 52 orang yang bekerja pada beberapa bagian/jabatan, seperti kepala museum, sub bagian tata usaha, seksi pelayanan, seksi koleksi, prevarasi dan konservasi, seksi penyajian dan tata pameran, keamanan (satpam), tenaga kebersihan lingkungan/taman, tenaga cleaning service, dan operator komputer. Museum Balanga buka setiap hari Senin-Kamis pukul 08.00-13.30 WIB, Jumat pukul 08.00-10.30 WIB, dan Sabtu pukul 08.00-12.00 WIB. Museum ini tidak melayani pengunjung pada hari Minggu dan libur nasional.

B. Keistimewaan

Museum Balanga adalah satu-satunya museum di Kota Palangkaraya dan merupakan museum terbesar dan terlengkap di Kalimantan Tengah. Hingga tahun 2008 lalu, museum ini sudah mengoleksi sekitar 5.002 artefak dari berbagai benda peninggalan suku Dayak dan segala hal yang berkaitan dengan sejarah kehidupan suku tersebut. Setiap koleksi diklasifikasikan sesuai dengan jenis keilmuannya, seperti koleksi geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika, filologika, keramologika, seni rupa, dan teknologika. Koleksi tersebut juga ditata berdasarkan daur hidup suku Dayak, yaitu mulai dari peralatan upacara pada fase kelahiran, perkawinan, hingga kematian.

Beberapa koleksi museum yang sering menjadi perhatian pengunjung adalah mihing (alat penangkap ikan tradisional), rumah betang, baju sakarut, baju karungkong sulau, baju basurat yang biasa dipakai dalam upacara ritual, aneka barang kuningan, tempayan, keramik dari Dinasti Ming dan Ching yang disebut balanga. Selain itu, Anda juga dapat melihat beberapa koleksi senjata tradisional suku Dayak, seperti mandau, sumpit, duhung, dan sebagainya.

Benda-benda koleksi lainnya adalah kursi zaman kuno yang terbuat dari rotan, tikar untuk hiasan dinding rumah dengan corak yang sangat unik, serta uang logam dan uang kertas 25 sen yang biasa digunakan sebagai alat pembayaran di masa lalu. Adapun benda-benda koleksi geologika dan biologika yang dapat Anda saksikan di antaranya batuan, mineral, fosil, permata, granit, andesit, tengkorak atau rangka manusia, tumbuh-tumbuhan, dan hewan. Selan itu, museum ini juga menyimpan ribuan senjata sitaan yang digunakan pada saat terjadi konflik etnis di Sampit pada 2001. Senjata sitaan tersebut dapat Anda saksikan di bagian koleksi historika.

Museum Balanga juga menyiapkan pemandu (tour guide) yang akan mengantar Anda berkeliling sekaligus menjelaskan berbagai jenis koleksi yang ada di dalam museum. Selain itu, pemandu juga akan menjelaskan tentang tradisi tiwah (upacara kematian) masyarakat Dayak yang hingga kini masih dilaksanakan. Selain penjelasan dari pemandu, Anda juga bisa mencari berbagai sumber pustaka karena Museum Balanga juga dilengkapi dengan perpustakaan yang terbuka untuk umum. Perpustakaan ini memiliki koleksi buku sekitar 3.800 eksemplar yang terdiri dari beberapa bidang keilmuan, yaitu karya umum 502 eksemplar, Ilmu-ilmu Sosial 888 eksemplar, Teknologi 6 eksemplar, Kesenian dan Olahraga 325 eksemplar, Kesusastraan 1.067 eksemplar, serta Geografi dan Sejarah 1.031 eksemplar.

C. Lokasi

Museum Balanga terletak di Jalan Tjilik Riwut Kilometer 2,5, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah.

D. Akses

Museum Balanga berjarak sekitar 18,5 Km dari Bandara Tjilik Riwut, atau 10 Km dari Pelabuhan Sungai Rambang, dan 15 Km dari Terminal Bus Burung. Dari ketiga tempat tersebut, perjalanan bisa dilanjutkan dengan jalur darat dengan tujuan Bundaran Besar di Kota Palangkaraya. Dari tempat ini, Museum Balanga hanya berjarak 2,5 Km dan dapat dicapai dengan menggunakan angkutan umum.

E. Tiket Masuk

Tiket masuk untuk anak-anak sekolah sebesar Rp. 1.000,00 per orang, sedangkan untuk orang dewasa Rp. 2.500,00 per orang

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Museum Balanga dilengkapi dengan akomodasi dan fasilitas yang cukup memadai, di antaranya pendopo, auditorium dan edukator, ruang administrasi, perpustakaan, laboratorium, kurator dan studi koleksi, gedung generator, ruang pameran, toilet, dan tempat parkir. (Samsuni/iw/45/02-2012)

 

Dari berbagai sumber

Sumber foto:

·          http://museumbalanga.comuf.com/museumbalanga.php

·          http://www.wisatanesia.com/2010/09/museum-balanga.html



Dibaca : 463 kali.

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.

Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.indonesiaWonder.com/
Komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
   
 
* = Harus diisi