Indonesia Wonder

Loading
English Version | Bahasa Indonesia
Kamis, 27 November 2014

Museum Joang 45

Publish 22-10-2008 11:59:52 by Admin
Rating : 0 ( 0 )

A. Selayang Pandang

Museum Joang 45 didirikan untuk mengenang, melestarikan, dan merekam jejak-jejak perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaannya. Museum yang diresmikan pada tanggal 19 Agustus 1974 ini menempati gedung tua peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1920. Konon, di gedung ini para bapak pendiri bangsa berkumpul untuk merumuskan gagasan nasionalisme Indonesia.

Sebelum Indonesia merdeka, gedung bersejarah ini dahulu merupakan sebuah hotel yang dikelola oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama L.C. Schomper. Hotel ini juga diberi nama L.C. Schomper, sesuai dengan nama pemiliknya. Pada masa menjelang kemerdekaan, ketika Jepang telah menguasai Batavia, para  pejuang Indonesia mengambil alih gedung ini dan menjadikannya sebagai kantor yang dikelola oleh Jawatan Propaganda Jepang (Ganseikanbu Sendenbu). Di kantor inilah para pemuda Indonesia mendapatkan program pendidikan politik yang dibiayai secara penuh oleh Pemerintah Jepang untuk persiapan kemerdekaan bangsa Indonesia, seperti dijanjikan oleh Jepang.

Pusat pendidikan politik di gedung ini dikenal dengan nama Asrama Angkatan Baru Indonesia. Konon, banyak tokoh-tokoh perjuangan ‘45 mendapatkan pendidikan di sini, antara lain Sukarni, Chaerul Saleh, Adam Malik, A.M. Hanafi, dan lain-lain. Selain itu, juga banyak tokoh perjuangan lainnya yang menjadi pengajar program ini, di antaranya Ir. Sukarno, Mohammad Hatta, Mohammad Yamin, Mr. Sunaryo, Mr. Syarifuddin, M.Z. Zambek, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Seperti sudah tertulis dalam sejarah, para tokoh-tokoh tersebut, baik pengajar maupun pesertanya, merupakan tokoh-tokoh sentral dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia.

Pada saat Pemerintah Jepang kedodoran karena semakin terdesak dalam Perang Dunia II, para pemuda Indonesia mendirikan organisasi bernama Banteng di gedung ini. Organisasi tersebut bertujuan menanamkan rasa kebangsaan dan semangat anti penjajahan yang dilakukan oleh Jepang. Sejak Indonesia merdeka, tepatnya pada tanggal 18 Agustus 1945, di gedung ini para tokoh-tokoh Indonesia mendirikan Komite van Aksi untuk mempertahankan kemerdekaan. Karena peranan yang begitu besar, gedung peninggalan Belanda tersebut akhirnya pada tanggal 19 Agustus 1974 diresmikan oleh Presiden Soeharto sebagai Museum Joang 45.

B. Keistimewaan

Musem ini mempunyai koleksi-koleksi benda bersejarah yang sangat penting bagi perjalanan kemerdekaan Indonesia, khususnya atribut ataupun benda bersejarah dari masa perjuangan kemerdekaan hingga masa mempertahankan kemerdekaan, yakni antara tahun 1942 hingga 1950-an. Wisatawan yang berkunjung ke museum ini dapat menyaksikan foto-foto perjuangan kemerdekaan, antara lain foto-foto perjuangan pada masa Jepang, berbagai hal tentang proklamasi, peristiwa rapat akbar di lapangan IKADA, dan beberapa peristiwa perlawanan terhadap penjajah, seperti Bandung Lautan Api, Pertempuran 10 November di Surabaya, dan perjuangan lainnya.

Pengunjung juga dapat menyaksikan beragam koleksi lukisan yang terkait dengan semangat perjuangan bangsa Indonesia, di antaranya lukisan pada masa revolusi fisik, lukisan tentang tokoh-tokoh nasional yang mendapat pendidikan politik Jepang, dan lukisan perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Koleksi lain yang bernilai sejarah tinggi di museum ini adalah dua buah mobil milik presiden dan wakil presiden RI pertama yang digunakan selama menjalankan tugas kenegaraan pada masa awal kemerdekaan. Dua mobil dinas ini mempunyai nomor mobil REP 1 (dipakai oleh Ir. Soekarno) dan REP 2 (dipakai oleh Mohammad Hatta).

Museum ini juga memamerkan koleksi lainnya, seperti patung pahlawan pergerakan Indonesia, panji-panji perjuangan, pakaian Barisan Keamanan Rakyat (BKR) dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR), serta pakaian para pahlawan pejuang 45. Bagi para pengunjung yang berminat mengenal lebih dalam tentang perjuangan kemerdekan Indonesia juga dapat mengikuti kegiatan bertema Sejarah Bangsa yang sering diadakan di museum. Acara-acara bertema kebangsaan dan sejarah tersebut biasanya diadakan bertepatan pada perayaan hari besar Nasional, seperti Hari Pahlawan, Hari Kebangkitan Nasional, dan Hari Kemerdekaan Indonesia.

C. Lokasi

Museum ini terletak di Jalan Menteng Raya 31, Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Propinsi DKI Jakarta, Indonesia.

D. Akses

Karena terletak di jantung Kota Jakarta, Museum Joang 45 mudah dijangkau oleh pengunjung, karena banyak kendaraan umum, seperti bajai dan metronimi, yang sering lalu lalang di sekitar museum. Dari Terminal Pasar Senen, pengunjung dapat menggunakan bajai, angkutan kota (angkot), atau metromini menuju Jalan Menteng Raya no. 31 dan turun di depan museum.

E. Harga tiket

Wisatawan yang berkunjung ke museum ini dikenai tarif yang berbeda-beda, berdasarkan perorangan atau rombongan (minimal 20 arang). Bagi pengunjung perorangan dewasa dikenai tarif masuk sebesar Rp 1.500, perorangan mahasiswa sebesar Rp 1.000, sedangkan untuk perorangan anak-anak (pelajar) hanya sebesar Rp 650. Berbeda dengan pengunjung perorangan, pengunjung rombongan dewasa dikenai tarif masuk sebesar Rp 3.000, rombongan mahasiswa Rp. 750, sedangkan untuk rombongan anak-anak (pelajar) hanya sebesar Rp 500 (Juni 2008).

Museum ini buka untuk umum pada hari Selasa hingga Minggu, sedangkan untuk hari Senin dan hari besar tutup. Pada hari Selasa hingga Kamis dan hari Minggu, museum ini buka dari pukul 09.00 hingga pukul 15.00 WIB, untuk hari Jumat buka dari pukul 09.00 hingga 14.30 WIB, dan untuk hari Sabtu dari pukul 09.00 hingga 12.30 WIB.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Di dekat lokasi museum banyak terdapat warung makanan, restoran, hotel, kafe, dan masjid.

(Irfan Afifi/wm/27/06-08)
__________

Sumber Foto: iorboaz.multiply.com



Dibaca : 520 kali.

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.

Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.indonesiaWonder.com/
Komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
   
 
* = Harus diisi