Indonesia Wonder

Loading
English Version | Bahasa Indonesia
Jumat, 18 April 2014

Pura Jagatnatha

Publish 21-01-2011 11:33:09 by Admin
Rating : 0 ( 0 )

A. Selayang Pandang

Pada Tahun 1967  di Kelurahan Banguntapan, Kecamatan Banguntapan tumbuh Agama Hindu Dharma yang kemudian pada tahun 1967–1969 Dilaksanakan beberapa kali Upacara Sudiwadani hingga Umat Hindu berjumlah 101 KK dengan 550 orang pemeluk Hindu Dharma. Pada tahun  1967 ini pula, terbentuk Majelis Umat Hindu Dharma kecamatan  Banguntapan, Bantul.

Pada tahun 1975 para pemeluk Hindu Dharma di Kelurahan Banguntapan ini mulai merintis untuk pembangunan Pura yang akhirnya berhasil membangun Padmasana dan gedung persembahyangan. Pada Januari 1976, PHDI Kecamatan Banguntapan mengajukan permohonan ijin penggunaan tanah kas desa seluas 720m² untuk pura. Tanggal 25 Mei 1976 Izin Hak Guna Pakai tanah kas desa untuk pura Ps 2 Klas V luas 760 m² dari kelurahan yang dilanjutkan dengan membangun Gedung Kori dan pagar kanan kiri. Februari 1982 hingga Juni 1982 Membangun candi bentar dan tembok penyengker depan yang kemudian Pura Banguntapan ditingkatkan statusnya menjadi Pura Pusat/Jagat Natha dengan nama ”Pura Jagatnatha Banguntopo” Yogyakarta.

Pura Jagatnatha ini selalu menjadi tujuan utama dari umat Hindu yang ada di Yogyakarta jika sedang ada kegiatan persembahyangan. Kebanyakan umat yang bersembahyang di Pura ini adalah pendatang yang sebagian besar berstatus mahasiswa perguruan tinggi di Yogyakarta. Konon Pura ini adalah tempat pertapaan dari Hamengku Buwono II yang kemudian bergelar Ki Banguntapan. Ki Banguntapan ini di yakini sebagai salah satu titisan dari Sabdopalon.

Pura Jagatnatha Banguntapan ini memiliki beberapa orang yang ditunjuk untuk mengelola Pura yang disebut sebagai Penyungsung. Penyungsung dipilih oleh umat berdasarkan kriteria tertentu yang dianggap mampu. Umat Jagatnatha sendiri terdiri dari warga Banguntapan dan ada juga yang disebut “kelompok utara” yaitu orang-orang yang berasal dari Bali yang tinggal di Yogyakarta. Para Penyungsung ini bekerja dengan sukarela (tanpa dibayar) sebagai bukti bakti mereka kepada Tuhan lewat pengabdiannya pada Pura.

B. Keistimewaan

Pura Jagatnatha Banguntapan ini memiliki kekhasan tersendiri, yaitu pada bagian tengah dibangun tempat yang ada atapnya, dengan maksud supaya terlindung dari panas matahari atau hujan. Namun, pada umumnya cara umat beribadah lebih menyatu dengan alam, tanpa alas/tempat duduk, dan di ruang terbuka.

Pura Jagatnatha Banguntapan saat ini memiliki dua orang panindita atau pemuka agama yang masih aktif memimpin acara sembahyang. Kedudukan sebagai pemuka bukanlah hasil dari pemilihan umat akan tetapi murni dari panggilan hati untuk hidup sebagai seorang pemuka.

Tempat Ibadah Pura Jagatnatha ini juga memiliki umat Hindu yang cukup banyak, mengingat di daerah sekitar Pura banyak tinggal warga asli Bali yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta termasuk orang Bali yang sudah menetap di daerah Plumbon Banguntapan Bantul ini.

C. Lokasi

Pura Jagatnatha Banguntapan terletak di Jl. Pura No 370 Desa Plumbon Banguntapan Bantul Yogyakarta, dan termasuk dalam wilayah administrasi Desa Plumbon Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

D. Akses

Pengunjung yang ingin datang ke Pura Jagatnatha untuk lebih mudah transportasi, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi. Dari Balaikota Yogyakarta Anda menuju ke arah Utara dan berbelok kearah timur setelah menemukan perempatan kecil. Terus saja menuju ke arah timur melewati jembatan kemudian berbelok ke kiri di jalan Pura Desa Plumbon Banguntapan Bantul.

E. Harga Tiket

Jika pengunjung ingin datang ke Pura Jagatnatha ini, tidak dikenakan biaya ataupun untuk membeli tiket. Bagi pengunjung yang beragama Hindu, Anda bisa berdoa di Pura ini dan mengikuti sejumlah kegiatan keagamaan. Anda juga dapat mengetahui tentang seluruh kegiatan keagamaan dan kegiatan rohani lainnya dengan mendatangi kantor sekretariat yang berada di bagian depan Pura.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Pura Jagatnatha ini memiliki fasilitas untuk berdoa dan kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum doa dilakukan. Selain itu fasilitas di Pura ini juga terdapat tempat Pasraman bagi anak-anak setiap minggunya, selain itu berbagai rapat dan pertemuan untuk kegiatan keagamaan biasanya dilaksanakan di Pura ini.

Andreas Eko Wahyu S

__________

Sumber Foto: Koleksi wisatamelayu.com 



Dibaca : 378 kali.

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.

Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.indonesiaWonder.com/
Komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
   
 
* = Harus diisi